Berita Utama
Jumat, 11 Januari 2008, 13:00:58 WIB
Presiden SBY:
Indonesia-Malaysia Kerjasama Lindungi TKI
Presiden SBY saat memberi keterangan pers usai pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia di Kantor PM Malaysia, Putrajaya, Malaysia, hari Jumat (11/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
"Kita ingin ada policy dan mekanisme agar pekerja Indonesia dapat memberikan yang terbaik bagi kedua negara. Masalah yang berhubungan dengan ketenagakerjaan selalu muncul," lanjut Presiden. "Kita memastikan bahwa pelayanan dan perlindungan hak mereka dapat dilaksanakan dengan baik." Tapi Presiden juga menyerukan kepada seluruh tenaga kerja Indonesia untuk selalu mentaati peraturan dan hukum yang berlaku. Pemerintah Indonesia akan selalu melindungi warga negara yang tidak bersalah, sebaliknya yang bersalah akan diberikan sangsi.
Kepada pemerintah Malaysia, Presiden SBY berterima kasih karena telah menerima banyak tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Selain itu, pemerintah Indonesia juga sangat menghormati usaha pemerintah Malaysia untuk menegakkan keadilan terhadap 17 kasus tenaga kerja Indonesia yang berada di Malaysia. "Dua diantaranya jadi perhatian publik, yaitu kasus Nirmala Bonat dan wasit Donald Kolopita. Semangat ini mesti dijalankan. Keadilan harus ditegakkan di manapun juga," tegas SBY.
Sementara itu, PM Badawi berharap, dengan adanya pertemuan yang membahas berbagai macam isu ini, membawa banyak manfaat bagi kedua negara sahabat. "Mudah-mudahan pertemuan ini akan jadi simbol membawa kemajuan yang lebih hebat lagi bagi kedua negara. Memperkaya hubungan kita. Supaya kedua negara yang memiliki banyak persamaan dapat maju bersama," kata Badawi.
Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain Menko Perekonomian Boediono, Seskab Sudi Silalahi, Menlu Hassan Wirajuda, Mendagri Mardiyanto, Mendag Mari Elka Pangestu, Menakertrans Erman Soeparno, Mendiknas Bambang Soedibyo, Menneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, Kapolri Jend. sutanto, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Wantimpres Ali Alatas serta dua Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Sedang PM Ahmad Badawi juga didampingi beberapa menterinya, antara lain Menlu Malaysia Syed Hamid Albar, Menteri Perdagangan Malaysia, Rafidah Aziz. (mit)



