Berita Utama

PM Badawi:

Interaksi Budaya Malaysia-Indonesia Dilakukan Sebelum Kedua Negara Merdeka

PM Badawi dan Presiden SBY memberi keterangan pers usai pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia di Kantor PM Malaysia, Putrajaya, Malaysia, hari Jumat (11/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
PM Badawi dan Presiden SBY memberi keterangan pers usai pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia di Kantor PM Malaysia, Putrajaya, Malaysia, hari Jumat (11/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Kuala Lumpur: PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi mengakui bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia sangat erat. Hubungan telah dilakukan oleh kedua negara sebelum zaman kemerdekaan kedua negara. PM Badawi mengatakan ini dalam konferensi persnya bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (11/1) siang, di Kantor Perdana Menteri di Putrajaya, Malaysia. "Interaksi kebudayaan juga dilakukan, sehingga Indonesia banyak sekali memberikan pengaruh kepada Malaysia di dalam musik, tari-tarian, masakan dan lain sebagainya," tambahnya.

Menurut Presiden SBY, interaksi antar budaya yang dilakukan sejak jaman dahulu kala, sesungguhnya semakin mempererat hubungan persaudaraan dan kerjasama antara Indonesia dan Malaysia. "Yang penting, kita pahami sejarah itu untuk mencegah sesuatu yang tidak perlu terjadi, karena sesungguhnya ada pertautan budaya dan sejarah antara kedua negara," lanjutnya.

Dengan adanya persaudaraan yang lebih erat, maka hubungan kerja sama Indonesia dan Malaysia akan semakin erat pula. "Dengan ada pembahasan secara sungguh-sungguh seperti yang dilaksanakan saat ini, akan mempererat hubungan persaudaraan dan kerjasama antara Indonesia dan Malaysia. Perluasan kerja sama kita ini dimaksudkan agar ke depannya kita dapat melaksanakan kerja sama yang lebih bersifat strategis. Saya senang dengan suasana seperti ini, kita mengelola masalah-masalah bilateral yang timbul," papar SBY.

Usai menghadiri pertemuan konsultasi bilateral tahunan, Presiden SBY bersama PM Badawi beserta rombongan, melaksanakan shalat Jumat Jumat bersama di Masjid Putrajaya, yang masih terletak di Kompleks Kantor Perdana Menteri. Usai melaksanakan shalat Jumat, delegasi dari kedua negara sahabat tersebut bersantap siang bersama. (mit)