Berita Utama
Jumat, 11 Januari 2008, 13:45:45 WIB
Diperlukan Lagi Program 'Titian Muhibah'
Presiden SBY dan PM Badawi memberi keterangan pers usai pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia di Kantor PM Malaysia, Putrajaya, Malaysia, hari Jumat (11/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Hal itu terjadi karena kedua bangsa ini tengah mengalami alih generasi dari generasi tua yang sesungguhnya telah menunjukkan hubungan yang begitu mesra. "Untuk terus menumbuhkan saling pemahaman akan keberagaman dan kekayaan budaya kedua negara misalnya, sangat penting untuk menghidupkan kembali program Titian Muhibah dengan melibatkan media televisi dan radio kedua negara. Selain itu juga ada perlu semacam dialog intermediasi dengan melibatkan kalangan media massa dari kedua negara yang diharapkan dapat saling bertukar pikiran dan pemahaman mengenai arti penting peningkatan hubungan kerja sama kedua negara," lanjut SBY.
.
"Ketegangan hubungan bilateral tidak jarang dipicu pemberitaan media massa yang terkesan kurang berimbang dan cenderung eksesif mengenai suatu keadaan atau masalah bilateral yang ada," jelas SBY. Presiden SBY juga menyampaikan rasa gembira dan puas terhadap pelaksanaan 50 tahun Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Malaysia yang jatuh pada tahun 2007 lalu.
Pertemuan Konsultasi Tahunan Indonesia-Malaysia ini diadakan untuk membahas segala tantangan dan peluang yang ada bagi pengembangan dan peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Tahun 2006 PM Badawi datang ke Bukittinggi untuk pertemuan konsultasi tahunan ini. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung bulan Desember lalu, tapi karena Indonesia sibuk sebagai tuan rumah Konferensi Internasional tentang Perubahan Iklim di Bali, maka pertemuan diundur Januari ini. (mit)



