Berita Utama

Presiden di KBRI Kuala Lumpur:

Good Governance Bukan Hanya Wacana


Kuala Lumpur: Good Governance bukan hanya wacana, dan banyak sekali orang mengatakan bahwa untuk menjalankan good governance, diperlukan waktu yang masih panjang dan lama. "Namun hal tersebut bisa dilakukan, apabila kita mengambil langkah-langkah yang serius, intensif dan kongkrit," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam kunjungannya ke Kantor KBRI di Kuala Lumpur, Jumat (11/1) sore.

Presiden SBY mendukung langkah-langkah yang dilaksanakan KBRI Malaysia untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga negara Indonesia di Malaysia. Salah satu hal yang merupakan terobosan yang telah dicapai oleh KBRI Malaysia adalah dibangunnya pelayanan kekonsuleran yang meliputi kenotariatan, kehakiman dan jasa konsuler berupa pengesahan dan penerbitan dokumen, sehingga dapat memberikan pelayanan administrasi cepat bagi seluruh warga negara Indonesia di Malaysia.

Menurut SBY, walaupun kemajuan yang dicapai sudah cukup banyak, KBRI Malaysia diharapkan mampu meningkatkan lebih banyak lagi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. "Lakukan perbaikan, dan berikan pelayanan yang terbaik kepada para pekerja di Indonesia," pesan SBY. Presiden SBY kemudian mengunjungi lokasi pelayanan kekonsuleran yang terletak di lantai dasar gedung KBRI. Ratuan TKI menyambut kedatangan Presiden SBY beserta Ibu Negara.

Kepada seluruh TKI yang kebetulan sedang berada di KBRI, SBY berpesan agar mereka terus menghormati dan menjunjung tinggi undang-undang serta adat di Malaysia. "Saya tahu banyak pekerja yang baik, mari kita pertahankan situasi seperti ini. Kalau ada persoalan dan mendapatkan perlakuan yang tidak baik, tentu akan dibantu, dan hukum akan ditegakkan," tegas SBY.

Turut hadir mendampingi Presiden antara lain Menko Perekonomian Boediono, Seskab Sudi Silalahi, Menlu Hassan Wirajuda, Mendagri Mardiyanto, Mendag Mari Elka Pangestu, Menakertrans Erman Soeparno, Mendiknas Bambang Soedibyo, Menneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, Kapolri Jend. Sutanto, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Wantimpres Ali Alatas serta dua Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (mit)