Berita Utama
Sabtu, 12 Januari 2008, 17:14:12 WIB
SBY Ajak Semua Tetap Doakan Pak Harto
Presiden SBY saat konferensi pers soal kesehatan mantan presiden Soeharto, didampingi Wapres JK dan beberapa menteri, di kediaman Puri Cikeas, Cikeas, Bogor, Jabar, hari Sabtu (12/1) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Ajakan Presiden itu disampaikan dalam konferensi pers di kediaman Puri Cikeas Indah, Cikeas, Bogor, Sabtu (12/1) sore, setibanya Presiden dari kunjungan kerja ke Malaysia selama tiga hari sejak hari Kamis (10/1). Saat memberi keterangan pers, Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Widodo A.S, Seskab Sudi Silalahi, Mensesneg Hatta Rajasa, Jaksa Agung Hendarman Supanji, Panglima TNI Jend.Djoko Santoso, Kapolri Jend. Pol Sutanto dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.
Di awal penjelasannya, SBY mengatakan, "Saya bersama Wapres, para menteri dan pejabat terkait akan memberikan pernyataan untuk dikomunikasikan kepada masyarakat luas, berkaitan dengan keadaan mantan Presiden Soeharto. Pernyataan ini saya pandang perlu untuk saya sampaikan sore hari ini, karena saya mengikuti hari-hari terakhir ini telah berlangsung berbagai debat komentar pro dan kontra menyangkut mantan Presiden Soeharto, sementara keadaan kesehatan Pak Harto dalam keadaan kritis," katanya.
"Masyarakat di luar negeri pun, saya tahu, juga mengikuti dinamika dan perkembangan di Indonesia ini termasuk apa yang menjadi debat publik dan pembicaraan masyarakat kita, sekali lagi menyangkut mantan Presiden Soeharto. Berkaitan dengan hal itu, maka saya menyerukan dan mengajak rakyat Indonesia untuk tetap mendoakan yang terbaik bagi kesehatan mantan Presiden Soeharto, dan saya juga mengajak untuk menghentikan komentar dan debat yang tidak tepat apalagi kalau kata-kata yang dilontarkan itu jauh dari kearifan sebagai sebuah bangsa,"lanjutnya.
"Pak Harto pernah memimpin negeri ini. Capaian dan karya yang Pak Harto lakukan pada saat memimpin negeri kita, tidak sedikit, terutama dalam bidang pembangunan nasional. Meskipun sebagai manusia dan layaknya pemimpin-pemimpin yang lain, tentulah Pak Harto memiliki kekurangan dan kesalahan. Namun kekurangan dan kesalahan itu tidak menghalang-halangi kita untuk memberikan ucapan terimakasih dan penghargaan atas semua jasa, capaian dan pengabdian beliau kepada negara dan bangsa. Keikhlasan kita untuk berterima kasih, menghormati dan menghargai para mantan pemimpin termasuk kepada kedua orang tua kita, adalah sesungguhnya cerminan akhlak dan budi pekerti yang baik," kata Presiden.
"Khusus menyangkut isu perdata mantan presiden Soeharto, saya juga mengikuti hari-hari terakhir ini, telah menjadi ajang debat publik, komentar, pro dan kontra di berbagai forum. Sesungguhnya saya memandang bahwa tidak tepat membicarakan masalah itu dalam keadaan mantan Presiden Soeharto sedang seperti sekarang ini. Saya juga mendengar komentar seolah-olah langkah untuk pada saat-saat sekarang ini, akan menyelesaikan masalah perdata Pak Harto. Karena itu pemerintah berpendapat tidak tepat dan bukan prioritas pada hari-hari sekarang ini," kata Presiden lagi.
"Saya katakan bahwa tidak ada keinginan pemerintah untuk memaksakan sesuatu yang tidak tepat dalam keadaan seperti ini. Justru merespon berbagai keinginan pikiran harapan dan saran dari berbagai pihak baik kepada saya, kepada Wakil Presiden dan yang lain-lain, termasuk ketika saya tadi malam berada di Kualalumpur, Malaysia, agar masalah perdata ini dapat segera diselesaikan. Justru dalam kaitan itulah pemerintah berpendapat dalam saat yang tepat itu, semua dapat dibicarakan untuk mendapatkan penyelesaian terbaik tetap dalam koridor hukum dan keadilan. Dengan demikian amat mungkin dicarikan cara-cara penyelesaian yang terbaik yang menyangkut isu perdata itu. Tetapi saatnya tidak tepat, dan saya justru mengajak kepada semua pihak untuk janganlah kita masuk pada persoalan - persoalan seperti itu dalam keadaan seperti ini," ajak Presiden.
"Itu yang perlu saya sampaikan secara gamblang kepada rakyat Indonesia, dengan harapan sekali lagi, sambil kita masih memberikan tugas kepada tim dokter untuk mengatasi gangguan kesehatan mantan Presiden Soeharto. Marilah sekali lagi kita hentikan debat, polemik, silang pendapat yang nampak kurang bijak dan kurang tepat kalau diangkat sekarang ini. Marilah kita pertahankan dan terus kita kembangkan karakter bangsa yang mulia. Inilah yang perlu saya sampaikan saudara-saudara, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan petunjuk kepada bangsa kita, bangsa Indonesia, dalam membangun hari esok yang lebih baik," kata Presiden mengakhiri pernyataannya. (nnf)



