Berita Utama

Presiden Pimpina Rapat di Deptan

Pentingnya Ketahanan dan Stabilitas Harga Pangan

Presiden SBY memberi penjelasan usai rapat di Kantor Departemen Pertanian, hari Selasa (15/1) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memberi penjelasan usai rapat di Kantor Departemen Pertanian, hari Selasa (15/1) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Masalah ketahanan pangan, stabilitas harga bahan pangan dan kesejahteraan petani, menjadi pokok bahasan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Departemen Pertanian di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, hari Selasa (15/1) siang.

Usai memimpin rapat, Presiden SBY Presiden SBY mengatakan bahwa pemerintah akan selalu memprioritaskan ketahanan pangan pada tahun 2008 dan seterusnya. "Langkah-langkah yang dilakukan tahun lalu yang berhasil untuk menambah produksi beras sejumlah 2 juta ton, akan terus dilanjutkan sehingga terdapat stok beras dan menambah produksi beras di seluruh Indonesia untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga negara Indonesia," jelas SBY kepada wartawan. "Yang penting beras itu ada, harga terjangkau sehingga masyarakat mampu untuk membelinya," lanjut SBY.

Presiden SBY menegaskan bahwa pemerintah akan selalu memprioritaskan ketahanan pangan pada tahun 2008 dan seterusnya. "Langkah-langkah yang dilakukan tahun lalu yang berhasil untuk menambah produksi beras sejmulan dua juta ton akan terus dilanjutkan sehingga terdapat stok beras dan menambah produksi beras di seluruh Indonesia untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga negara Indonesia," jelas SBY dalam konferensi persnya. SBY menekankan pentingnya pengelolaan dalam ketersediaan beras di Indonesia. "Yang penting beras itu ada, harga terjangkau sehingga masyarakat mampu untuk membelinya," lanjut SBY.

Di dalam Sidang Kabinet Terbatas itu juga dibahas mengenai pengembangkan infrastruktur di bidang pertanian. Presiden SBY berharap Departemen Pertanian, Departemen PU dan Pemerintah Daerah dapat melakukan sinkronisasi dalam pembangunan irigasi, waduk serta lumbung dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan.

Selain itu Presiden juga menggarisbawahi pentingnya penyaluran kredit bagi usaha pertanian. "Dengan adanya penyaluran kredit bagi usaha pertanian, maka pembangunan di sektor pertanian akan lebih berkembang, sehingga membawa kebaikan bagi seluruh rakyat. Kalau kita ingih lebih cepat mengurangi kemiskinan dan kesejahteraan bisa merata, maka pembangunan di sektor pertanian itu penting," tambah SBY.

Langka-langkah lanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, juga menjadi bahasan pada rapat yang berlangsung selama 4 jam tersebut. "Kita harus memberikan bantuan subsidi pupuk dan benih kepada para petani sehingga mereka bisa meningkatkan hasil produksi. Juga bantuan langsung apabila ada kegagalan panen," jelas SBY.

Pada rapat di Kantor Deptan, Presiden didampingi Wapres Jusuf Kalla. Hadir pula Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekonomian Boediono, Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Kepala Bappenas Paskah Suzetta serta Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng. (mit)