Berita Utama
Rabu, 16 Januari 2008, 11:00:27 WIB
Presiden Buka Festival Ekonomi Syariah
Aset Perbankan Syariah Capai Rp. 32 Trilyun
Presiden SBY menerima buku Ekonomi Syariah dari Gubernur Bank Indonesia, Burhanudin Abdullah, pada acara pembukaan Festival Ekonomi Syariah, di di JCC, Jakarta, hari Rabu (16/1) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Selain di Jakarta, FES 2008 juga akan dilaksanakan secara berurutan selama bulan Januari sampai Maret 2008 di enam kota besar yaitu Padang, Palembang, Yogyakarta, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar.
Gubernur Bank Indonesia, Burhanudin Abdullah berharap kegiatan-kegiatan seperti itu akan mendorong kesadaran lebih luas betapa besar potensi ekonomi syariah yang harus diupayakan bagi mencapai kemaslahatan umat. "Sampai akhir tahun 2007 lalu, perbankan syariah yang merupakan salah satu komponen strategis di dalam pengembangan perekonomian syariah terus menunjukkan pengembangan positif. Data menunjukkan bahwa total aset perbankan syariah dari tahun ke tahun terus meningkat," kata Burhanudin. "Pada posisi bulan September 2007, telah mencapai hampir Rp. 32 trilyun," lanjutnya.
"Pada November 2007, pembiyaan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari syariah mencapai hampir Rp.19 trilyun, atau dua kali lebih besar dibanding pembiayaan kepada kelompok non UMKM yang hanya sebesar Rp. 7,9 trilyun. Pertumbuhan kredit yang signifikan ini menyebabkan financing to deposit ratio dari perbankan syariah mencapai di atas 100 persen, jauh melebihi loan to deposit ratio dari perbankan nasional yang pada saat ini baru berkisar sekitar 70 persen. Semua ini menunjukkan bahwa perbankan syariah kita pada hakekatnya adalah perbankan yang mengedepankan pembiayaan yang produktif dan secara sosial, inklusif," ujar Burhanudin.
Melihat perkembangan itu, dalam upaya untuk lebih mendorong lagi pertumbuhan perbankan syariah, sejak tahun 2005 Bank Indonesia telah mencanangkan untuk mentargetkan pertumbuhan perbankan syariah mencapai 5 persen dari keseluruhan aset perbankan Indonesia.
Dalam kesempatan itu Presiden SBY menerima buku Ekonomi Islam yang diterbitkan BI. SBY juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman pendirian syariah baru dan pembiyaan sindikasi syariah sebesar 31 juta Dollar AS.
Presiden SBY menganggap tema FES 2008 Menuju Indonesia Sejahtera Bersama Ekonomi Syariah sangat tepat dan penting, mengingat tujuan pembangunan nasional yang diselenggarakan pada dasarnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat. "Pemerintah memiliki sembilan agenda untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, yaitu penanggulangan kemiskinan, peningkatan investasi dan ekspor non migas, peningkatan industri manufaktur, revitalisasi pertanian, pemberdayaan koperasi dan UMKM, peningkatan pengelolaan BUMN, peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, perbaikan iklim ketenagakerjaan, pemantapan stabilitas ekonomi makro," kata SBY.
"Dalam kaitan itu maka sistem perbankan syariah sebagai bagian dari sistem ekonomi nasional harus dapat diarahkan untuk juga dapat merespon agenda nasional yang telah ditetapkan itu, sekaligus dapat memenuhi harapan masyarakat untuk dapat lebih berperan dalam mendukung pembanguanan sektor riil melalui proses saving investment yang lebih efisien," SBY menjelaskan.
Harus diakui bahwa sistem ekonomi syariah telah menjadi salah satu solusi untuk menyelamatkan perekonomian nasional dari krisis. "Pengalaman kita membuktikan, di tengah-tengah krisis moneter tahun 1998 ketika bank-bank konvensional berguguran, ekonomi syariah mampu bertahan. Kemampuan itu semakin mempertegas posisi ekonomi syariah sebagai salah satu potensi penopang perekonomian nasional yang layak diperhitungkan," tegas SBY.
Pembukaan FES 2008 tersebut ditandai dengan simulasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) oleh Presiden SBY. Usai acara, Presiden SBY yang didampingi Ibu Ani meninjau pameran. Nampak hadir antara lain adalah Menkominfo M. Nuh, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, Meneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (osa)



