Berita Utama
Rabu, 16 Januari 2008, 12:00:08 WIB
Pemerintah Dukung Penuh Ekonomi Syariah
Presiden SBY melakukan simulasi ATM pada pembukaan Festival Ekonomi Syariah, di di JCC, Jakarta, hari Rabu (16/1) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info
Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Festival Ekonomi Syariah 2008 di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre, Rabu (16/1) pagi. “Selanjutnya, pada tahun 1999 pemerintah juga telah mengeluarkan UU No.23 Tahun 1999 yang kemudian diamandemen dengan UU No.3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia. Undang-undang ini memberikan kewenangan kepada Bank Indonesia untuk dapat juga menjalankan tugasnya berdasarkan prinsip syariah,” kata SBY. “Semua ketentuan perundang-undangan itu menandai dimulainya era sistem perbankan ganda, dual banking system di negara kita,” tegasnya.
“Kita patut bersyukur bahwa sejak tahun 2000, ekonomi syariah terus tumbuh dengan pesat. Industri perbankan syariah di tanah air juga mengalami pertumbuhan yang baik. Dalam kurun waktu 17 tahun total aset perbankan syariah telah meningkat sebesar 15 kali lipat. Setara dengan pertumbuhan 61,2 persen per tahun, meningkat dari Rp. 1,79 trilyun pada tahun 2000, menjadi Rp. 33 trilyun pada akhir tahun 2007,” ujar SBY.
Untuk lebih mempercepat pertumbuhan sistem ekonomi syariah di tanah air, khususnya di sektor perbankan, Presiden SBY minta kepada Menteri Hukum dan HAM, Menteri Agama, Menteri Keuangan serta pihak-pihak terkait untuk menjadikan pengembangan perbankan dan keuangan syariah sebagai salah satu agenda nasional. “Saya berharap proses penyelesaian pembahasan RUU Perbankan Syariah RUU Sertifikat Berharga Syariah Nasional dapat segera diselesaikan. Kedua perundang-undangan itu akan memperkokoh industri syariah serta menjadi insentif bagi para investor,” tambahnya.
Kepada Gubernur BI, Presiden SBY mengajak untuk terus melaksanakan program akselerasi perkembangan perbankan syariah nasional 2007-2008. “Melalui akselerasi itu, kita berharap industri perbankan syariah nasional dapat tumbuh cepat mencapai pangsa 5 pesen pada tahun 2008 ini,” tambah SBY. Sementara kepada para pengelola bank syariah di seluruh tanah air, Presiden SBY meminta agar dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan guna pengembangan usaha dan ekonomi masyarakat, terutama kalangan usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menangah. (osa)



