Berita Utama

Perbankan Syariah Menarik Minat ICD

Jakarta: Potensi perbankan syariah di Indonesia yang meningkat pesat, dinilai sangat menjanjikan prospek yang baik. Hal itu kemudian mengundang investor asing untuk turut menanamkan modalnya di Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh Islamic Corporation for the Development of the private sector (ICD) dengan Bank Negara Indonesia (BNI). ICD yang dipimpin oleh CEO nya Khaled M.Al-Aboodi, bertemu dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Jumat (18/01). Turut hadir Wakil Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, sedangkan Presiden SBY didampingi oleh Mensesneg Hatta Radjasa, Meneg BUMN Sofyan Djalil, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pertemuan itu membahas beberapa program yang direncanakan ICD dan BNI, kata Mensesneg Hatta Rajasa kepada wartawan usai pertemuan. “ Tadi disampaikan kepada Bapak Presiden program-program yang akan dilakukan ICD, bahwa mereka akan melakukan investasi di Indonesia, mengingat potensi perbankan syariah di tanah air kita yang tumbuh pesat, dan mereka tertarik untuk bekerja sama dengan BNI untuk mengembangkan perbankan syariah, “ kata Hatta.

Tanpa menyebut angka, Hatta menegaskan nilai investasi tersebut cukup besar. “Mereka sekarang sedang setup, bersamaan dengan penyelesaian Undang-undang Syariah kita yang hampir selesai. Seperti kita ketahui, Undang-undang Perbankan Syariah sedang dalam proses, dan tadi dilaporkan akhir tahun ini sudah akan terbentuk, “ kata Hatta lagi. (nnf)