Berita Utama

Peringatan 50 Tahun Indonesia - Jepang

Semakin Kokoh, Sejak 20 Januari 1958

Presiden SBY dan  Pangeran Akishino bermain angklung pada  acara Perayaan 50 Tahun Persahabatan Indonesia - Jepang di TMII,  Jakarta, Minggu (20/1) sore. (foto: abror/presidensby.info).
Presiden SBY dan Pangeran Akishino bermain angklung pada acara Perayaan 50 Tahun Persahabatan Indonesia - Jepang di TMII, Jakarta, Minggu (20/1) sore. (foto: abror/presidensby.info).
Jakarta: Presiden SusiloBambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta Pangeran Akishino dan Putri Kiko dari Kekaisaran Jepang, hari Minggu (20/1) sore menghadiri Upacara Perayaan 50 Tahun Persahabatan Indonesia - Jepang di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Kehadiran Pangeran Akishino ke Indonesia untuk wewakili ayahnya, Kaisar Akihito.

Acara Peringatan 50 Tahun Persahabatan Indonesia - Jepang diawali dengan permaianan angklung oleh Presiden dan Pangeran Akishino, dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter berjudul Benang Merah Indonesia - Jepang, yang menceritakan awal perjanjian perdamaian tanggal 20 Januari 1958, sampai dengan perjalanan kerjasama kedua negara di berbagai bidang hingga saat ini.

Dalam sambutannya Presiden SBY mengatakan, hari peringatan 50 tahun kerjasama Indonesia - Jepang ini merupakan hari yang membahagiakan bagi kedua negara. "Tepat 50 tahun yang lalu pemerintah Indonesia dan Jepang menandatangani perdamaian, dan membuka lembaran baru dalam tatanan internasional dan percaturan kawasan yang pada waktu itu masih sangat labil dan mencari bentuk," kata Presiden.

"Saat ini, atau 50 ahun kemudian, dunia telah banyak mengalami perubahan. Begitu pula Jepang dan Indonesia. Jepang telah menjadi kekuatan ekonomi ke dua di dunia, sementara Indonesia telah menjadi negara demokrasi terbesar ke tiga di dunia. Dan dalam kurung waktu tersebut hubungan kerjasama Indonesia dan Jepang semakin kokoh, semakin meluas dan mengakar," ujar Presiden.

Sebelumnya, Pangeran Akhisino mengungkapkan kebahagiannya karena kedua negara telah membangun erat di berbagai bidang baik politik, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain, dengan semangat hubungan dari hati ke hati. "Hal tersebut dapat terlaksana atas segala upaya tak kenal lelah oleh mereka yang terkait di berbagai bidang, serta rakyat kedua negara serta para alumni Indonesia yang pernah belajar di Jepang," kata Pangeran Akishino.

Sebelumnya, Ketua Panitia Kehormatan Ginandjar Kartasasmita mengatakan, hubungan kedua negara tercermin dari kerjasama berbagai pola baik regional maupun internasional. "Sudah barang tentu hubungan yang sinergis ini telah memberikan sumbangsih yang sangat berarti bagi stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia," kata Ginanjar. Sementara Ketua Panitia Perayaan Rahmat Gobel menyebutkan beberapa kegiatan selama tahun 2008 dalam rangka 50 tahun hukbungan kedua negara, seperti pendidikan, kebudayaan, keseniaan, sosial dan pariwisata yang sekaligus mendukung Tahun Kunjungan Wisata 2008 Indonesia," ujarnya.

Berbagai acara kesenian ditampilakan, seperti tarian Yosakoi, musik angklung dan pagelaran kolaborasi Ko No Fuga dan Bengawan Solo. Acara berakhir tepat pukul 17 .45 WIB. Tampak pula hadir hampir seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Shin Ebihara, anggota Wantimpres, Ketua KADIN M.Hidayat, dan dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, serta masyarakat Jepang di Indonesia. (wn)