Berita Utama

Presiden Buka First ABAC Meeting

Pemerintah Harus Buka Peluang Investasi

Presiden SBY beramah tamah usai pembukaan APEC Business Advisory Council (ABAC),  di Istana Negara, hari Senin (21/1) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY beramah tamah usai pembukaan APEC Business Advisory Council (ABAC), di Istana Negara, hari Senin (21/1) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Kerjasama antara para pelaku bisnis dan pemerintah sangat penting. Para pelaku bisnis memimpin proses kerjasama ini, dan pemerintah harus mendukung dengan semakin membuka peluang bagi iklim perdagangan dan investasi bagi dunia usaha. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Senin (21/1) pagi, di hadapan peserta APEC Business Advisory Council (ABAC), di Istana Negara.

"Banyak pelaku bisnis yang mengatakan bahwa mereka hanya membutuhkan pasar yang terbuka, dan melakukan transformasi keuntungan menjadi peluang yang dituangkan dalam peraturan pemerintah. Itu memang benar sebagian. Tapi dalam situasi yang kompleks seperti saat ini, kita harus bekerja sama dalam kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha," lanjut Presiden.

Presiden juga mengingatkan kembali pentingnya prioritas untuk memberikan dukungan bagi usaha kecil dan mikro. "Semua dari kita tentunya memahami bahwa priopritas bisnis adalah membuat kebijakan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Ini termasuk kebutuhan bagi bisnis kecil dan mikro yang menciptakan pekerjaan bagi perekonomian kita. Saya bangga bahwa APEC telah mengikutkan pelatihan pendanaan mikro pada program di Jakarta ini. Pada kenyataannya, perusahaan-perusahaan kecil itulah yang menjadi bisnis utama diantara anggota APEC, dan tentu saja kebutuhan keuangan para pengusaha mikro itu juga menjadi isu utama, " kata Presiden.

First ABAC Meeting ini di Jakarta tanggal 21-23 Januari 2008, dihadiri oleh para delegasi negara-negara anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Pembuakaan First ABAC Meeting di Istana Negara ini juga dihadiri beberapa menteri, antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menlu Hassan Wirajuda, dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, serta Ketua KADIN M.S Hidayat, dan Ketua BKPM M.Lutfi. Hadir pula beberapa pengusaha nasional antara lain Sofyan Wanandi dan Arwin Rasjid. (nnf)