Berita Utama
Selasa, 22 Januari 2008, 10:00:53 WIB
Doa untuk Ibu Kastian Hidayat Nurwahid
Presiden SBY dan Ibu Ani bersama Hidayat Nurwahid, di rumah duka, Kebon Dalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Senin (22/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Usai berdoa dan melakukan shalat jenazah bersama yang diimami Hidayat Nurwahid, Presiden menyampaikan sambutan singkat sebagai ungkapan duka cita. "Atas nama Pemerintah RI dan selaku pribadi dan mewakili keluarga, saya mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Hidayat Nurwahid. Kami mengenal beliau sebagai sosok yang gigih bukan hanya dalam ibadah tapi juga dalam sosial pendidikan dan lain lain. Kepergian beliau tentulah yang terbaik bagi Allah, meskipun terus terang kita semua terkejut atas kewafatan almarhumah. Kami semua mendoakan almarhumah dapat diterima Allah SWT sesuai amal ibadah, pengabdian, dan apa yang dilakukan untuk umat, masyarakat dan untuk bangsa negara tercinta," lanjut Presiden.
"Kami juga mendoakan Bapak Hidayat dan putra-putri keluarga tawakal dan tabah menerima ujian yang maha berat ini. Senantiasa akan ada hari esok yang baik, sepanjang kita bersyukur kepada Allah SWT," kata Presiden mengakhiri sambutannya. Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan meninggalkan rumah duka untuk kemudian menuju ke GOR Universitas Negeri Yogyakarta. Almarhumah akan dimakamkan di makam keluarga di Prambanan, Selasa siang. Beberapa menteri ikut dalam rombongan Presiden, antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menegpora Adhyaksa Dault, Seskab Sudi Silalahi, serta dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.(nnf)



