Berita Utama

Mengantisipasi Perkembangan Global

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Rabu (23/1) siang memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden. Para menteri yang mengikuti ratas tersebut antara lain adalah Menko Perekonomian Boediono, Menkeu Sri Mulyani, Mendag Mari E. Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Menteri BUMN Sofyan Djalil.

Usai ratas, Mendag Mari E. Pangestu menjelaskan, saat ini ada perkembangan global yang harus diantisipasi dan dari segala sisi harus dikoordinasi dengan baik. "Pengaruh terhadap ekspor dari dampak resesi global pasti ada. Bila permintaan dunia turun, dengan sendirinya, terutama di Amerika, akan terjadi penurunan permintaan. Jadi kiat kita adalah bagaimana kita diversifikasi pasar ke pasar yang kurang kena imbas dari semua ini, terutama pasar di Asia yang kita sebut emerging markets seperti RRT, India, dan juga Rusia yang dengan harga minyak tinggi dia booming dan juga Timur Tengah," jelas Mari.

"Yang harus kita antisipasi adalah gejolak. Gejolak bisa naik tinggi, bisa turun. Ini yang sudah kita alami terutama sejak Desember hingga Januari ini. Karena harga minyak mentahnya meningkat menyebabkan harga komoditi lain naik," Mari menerangkan. "Tapi pada saat harga minyak turun, maka harga-harga yang lain juga turun. Yang harus kita antisipasi adalah fluktuasi ini, bagaimana kita menjaga supaya fluktuasinya mulus dan mengurangi dampak ke dalam negeri," lanjutnya.

Menurut Mari, mengurangi dampak ke dalam negeri dapat dilakukan dengan dua cara utama. Pertama yaitu menggunakan instrumen fiskal seperti bea masuk yang sudah dilakukan pemerintah seperti PPN, dan tata niaga-tata niaga yang lain untuk mengurangi dampak tersebut. Kedua, berusaha melakukan intervensi terhadap target dari dampak kenaikan harga seperti operasi pasar.

"Secara intensif kita sedang melakukan pertemuan-pertemuan untuk mempelajari berbagai opsi. Komitmen kita sangat tinggi untuk mengurangi dampak itu," ujar Mari. "Arahan Presiden, intinya kita harus melakukan koordinasi dan antisipasi yang ketat di bidang kita masing-masing," tambahnya. (osa)