Berita Utama
Kamis, 24 Januari 2008, 14:00:02 WIB
Presiden: Kalau Tentara Tidak Siap, Nanti Keok Saat Perang
Presiden SBY Serius memperhatikan persenjataan produksi dalam negeri, usai membuka Rapim TNI tahun 2008, di Mabes TNI di Cilangkap, hari Kamis (24/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Menurut SBY, kelima minimun essential fund tersebut adalah dana yang diprioritaskan untuk TNI. "Yang penting biaya harus mengalir untuk operasi militer yang aktual sekarang ini, seperti patroli darat dan laut. Apabila hal tersebut tidak dilakukan, bisa rawan negara kita," kata SBY menjelaskan. Presiden SBY juga menekankan pentingnya biaya untuk pendidikan dan latihan untuk memperkuat modernisasi TNI. "Kesiagaan, readiness, serta laihan-latihan gabungan adalah bagian dari military readiness yang harus dibiayai. Kalau tentaranya tidak siap, nanti keok ketika perang. Kalau ada bencana, tidak bisa cepat dikerahkan," jelas SBY kepada ratusan perwira tinggi TNI yang hadir di dalam Rapim.
Selain itu, pemeliharaan barang juga harus dibiayai agar tank, kapal dan pesawat tetap dalam kondisi prima. "Dan yang paling penting adalah meningkatkan kesejahteraan prajurit," jelas SBY. Presiden SBY berharap seluruh perwira tinggi TNI memperhatikan serta berusaha meningkatkan kesejahteraan anggota-anggotanya. Setelah kelima hal tersebut dapat dicukupi, akan ada porsi untuk membangun sistem persenjataan dan menambah logistik sesuai dengan kemampuan anggaran negara.
Sebelumnya, Panglima TNI Djoko Santoso mengungkapkan rencana-rencana modernisasi sistem senjata yang akan dilaksanakan TNI hingga 2024. Menanggapi hal tersebut, Presiden SBY berharap agar seluruh peserta Rapim TNI yang hadir untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut. "Rencana untuk modernisasi sistem senjata masih cukup ideal, masih dalam jangkauan kemampuan kita apabila dilaksanakan dengan tahapan yang tepat. Tapi coba dipikirkan sekali lagi, bagaimana dan kapan kita harus mengerahkan kekuatan TNI, dan digunakan untuk apa pembangunan TNI yang memerlukan biaya sebesar itu?. Tidak mungkin kita menembak seekor serigala liar dengan tank atau dengan satu squadron pesawat F-16, cukup dapat dilakukan dengan SS-2 dan satu butir amunisi," kata SBY.
Namun, SBY juga mengatakan bahwa penganggaran untuk rencana modernisasi sistem senjata juga diperlukan apabila kelima essential fund tersebut sudah tercukupi dengan baik. Menurut SBY, rencana modernisasi sistem senjata bukanlah merupakan suatu hal yang konsumtif, karena TNI sangat produktif dalam memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara Indonesia. (mit)



