Berita Utama
Kamis, 24 Januari 2008, 21:30:23 WIB
Terimakasih Kepada Dunia yang Telah Membantu Aceh dan Nias
Presiden SBY menyerahkan sertifikat ucapan terimakasih telah membantu Aceh-Nias kepada Dubes Meksiko untuk RI, di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (24/1) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Pada acara itu juga dilakukan pemutaran film dokumenter After Tsunami, Maintaining The Momentum. Kemudian dilajutkan pemutaran film dokumenter Giving Back to The World, Lessons Learned.
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan, malam ini sangat penting untuk menyatukan komitmen kita membangun Aceh dan Nias lebih baik. Presiden, atas nama negara, pemerintah, dan selaku pribadi, mengucapkan penghargaan setinggi tingginya kepda semua pihak yang telah membantu dan berbuat kebajikan membantu rakyat Aceh dan Nias yang mengalami tsunami. "Bantuan saudara semua di catat oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dicatat oleh sejarah, serta dicatat dan dikenang di hati sanubari rakyat Indonesia, terutama mereka yang ada di Aceh dan Nias." ujar Presiden SBY.
Selain itu, Presiden SBY juga berterimah kasih dengan berbagai bahasa negara di dunia, seperti, Inggris, Jerman, Arab, Cina, dan lain -lain. Presiden menjelaskan, acara ini sebenarnya sudah lama dirancangnya bersama Ketua BRR dan beberapa stafnya dan baru kali ini terlaksana.
Ketua BRR Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto melaporkan bahwa dalam tiga tahun pasca tsunami BRR telah membangun 100 ribu unit rumah, 64 ribu hektar lahan pertanian terpulihkan, 2 ribu km jalan diperbaiki atau baru dibangun. Lalu 17 pelabuhan laut, 10 bandar udara, 860 bangunan sekolah, dan 600 fasilitas kesehatan. "Namun yang terpenting adalah kembalinya harapan masyarakat." kata Kuntoro.
Kuntoro menambahkan, pembangunan kembali Aceh dan Nias belum selesai. Masih ada 3 ribu kepala keluarga yang tidak memiliki tanah masih tinggal di barak. Masih ada rumah terbangun tapi belum memiliki fasilitas listrik, sarana air bersih, infrastruktur besar masih dalam proses pengerjaan. "Tidak bisa kita elakkan, momentum pembangunan ini perlu kita pertahankan bersama," ujar Kuntoro.
Pada kesempatan ini, Presiden SBY menyerahkan sertifikat ucapan terimah kasih kepada berbagai pihak termasuk negara, lembaga donor, lembaga PBB, perusahaan swasta, LSM, dan perorangan yang dianggap berjasa dalam membangun kembali Aceh dan Nias. Sertifikat diserahkan kepada lima orang perwakilan, yakni bantuan tenaga militer diwakili dubes Meksiko untuk RI, sektor swasta oleh Dirut PT Bursa Efek Indonesia, lembaga emerintah, negara, development agency diwakili oleh USAID. Kemudian lembaga PBB oleh United Nations Organization For reconstruction Coordination (UNORC), dan humanitarian donor oleh Mrs. Allison Sudrajat dari USAID.
Tampak hadir beberapa menteri, diantaranya Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menkominfo Muhammad Noeh, Mendagri Mardiyanto, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, anggota Watimpres Emil Salim, Panglima TNI Joko Santoso, Kepala BIN Syamsir Siregar, Surya Paloh, dan Gubernur NAD Irwandi Yusuf.
Hadir pula LSM dalam dan luar negeri, duta besar negara sahabat, atase militer, perwakilan Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, pimpinan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Pada masa tanggap darurat, ada 34 negara yang mengirimkan 16 ribu personil, 117 tim medis, 9 kapal induk, 1 rumah sakit terapung, 14 kapal perang, 31 pesawat, 82 helikopter.
Tampil pula mewakili NGO Indonesia Lily Kasoem dan Mr. Winston Choo. Keduanya menyampaikan pengalamannya saat terjun memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa dan tsunami di NAD dan Nias. Lily dan Mr. Choo mengaku sangat terbantu dengan kehadiran BRR, kerja mereka lebih lancar karena BRR tidak birokratis, efesien, efektif dan transparan . (win)



