Berita Utama
Kamis, 24 Januari 2008, 22:03:18 WIB
SBY: Di Balik Musibah Selalu Ada Berkah
Presiden SBY memberi sambutan acara Terimakasih kepada Donatur Aceh-Nias, di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (24/1) malam. (foto: abror/presidensby.info)
“Setelah itu kita pun terus berikhtiar, berupaya dan bekerja keras untuk menanggulangi dan mengatasi bencana itu, membangun esok yang lebih baik. Membangun kembali daerah dan masyarakat yang mengalami kerusakan atau kehancuran akibat bencana itu,” Presiden menegaskan.
Salah satu berkah di balik musibah, lanjut Presiden SBY, yakni berakhirnya konflik sesama anak bangsa yang telah berlangsung selama 30 tahun. ”Satu bulan sebelum tsunami, kunjungan pertama saya sebagai presiden ke Banda Aceh. Waktu itu saya menyerukan kepada saudara-saudara kita untuk mengakhiri konflik dan kemudian kita menyelesaikan secara damai, membangun Aceh ke arah yang lebih baik. Saat itu saya belum mendapatkan respon yang cukup menyakinkan,” ujar Presiden SBY.
Presiden menambahkan, saat berada di Lhokseumawe pada hari kedua tsunami maupun hari berikutnya di Banda Aceh, Presiden kembali menyerukan dan mengajak untuk mengakhiri konflik. ”Aceh mengalami tragedi, mengapa kita harus terus berada dalam konflik. Mengapa kita tidak akhiri konflik ini, kemudian melihat masa depan, membangun Aceh. Alhamdulillah, beberapa saat setelah itu, saya mendapatkan laporan bahwa ada respon yang positif. Akhirnya kurang dari satu tahun, tepatnya Agustus 2005, dapat ditandatangani Perjanjian Helsinki,” kata Presiden SBY.
“Di sinilah titik balik. Atas Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kita rakit perdamaian. Kita bisa mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir selama 30 tahun dengan korban jiwa, harta benda. Sekarang kita melangkah dengan rahmat dan hidayah Tuhan, sambil membangun kembali Aceh karena tsunami kita memperkokoh reintergrasi, memperkokoh kembali bersatunya anak bangsa untuk membangun Aceh, yang insya Allah, lebih aman dan damai. Lebih adil, demokratis dan sejahtera dalam kebersamaannya dalam keluarga besar bangsa Indonesia dalam naungan NKRI ,” tegas Presiden. (win)



