Berita Utama
Jumat, 25 Januari 2008, 13:03:00 WIB
Presiden akan Hadiri Harlah NU
Presiden SBY hari Jumat (25/1) pagi menerima Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, di Kantor Presiden. (foto: anung/presidensby.info)
Sementara Ketua PBNU K.H. Hasyim Muzadi menambahkan, tujuan Harlah ini adalah dalam kaitannya dengan kepentingan kebangsaan yang merupakan ciri dasar dari NU. "Pada masa reformasi ini pintu-pintu Indonesia terbuka lebar tanpa sensor, maka masalah-masalah aliran keagamaan politik yang berbasis agama dan berbagai konflik-konflik yang ditimbulkannya ini mengharuskan NU melakukan penegasan kembali, bagaimana membawa agama yang berkebangsaan. Demikian juga bagaimana kita berbangsa disinari oleh nilai agama. Bukan pembenturan agama terhadap negara, atau menghadapkan agama pada filsafat dan kepentingan negara proklamasi Indonesia," kata Muzadi.
"Wawasan itu akan dimulai dari NU, semoga nanti kait -mengait dengan kekuatan dan network lain yang seirama. dengan pemikiran ini. Menjauhkan diri dari ekstrimitas yang berbasis agama sekaligus realitas yang menghancurkan teologi agama itu sendiri,"lanjutnya.
Tujuan kedua, lanjut Hasyim Muzadi, untuk meningkatkan kepedulian kemasyarakatan sesuai dengan keprihatinan masyarakat sekarang. "Selama 10 tahun ada bencana sosial, dan 3 tahun belakangan ada bencana alam. Maka pengaruh-pengaruh positif dan negatif yang secara global melanda, ditambah dengan bencana sosial dan alam yang terjadi, mengharuskan ada konsolidasi dari persaudaraan dan toleransi di dalam masyarakat. Kalau tidak, kita bisa tercerai berai," kata Muzadi lagi.
Ketiga, tambahnya, bagaimana meletakkan agama tidak terombang-ambing oleh tarik-menarik politik. "Bahkan bagaimana politik bisa disinari oleh nilai agama. Dalam lima tahun kita ada 6 kali pemilihan. Dari kepala desa, pilkada tingkat II dan I, Presiden, DPR dan DPD, yang pasti akan membuahkan polarisasi di dalam masyarakat. Yang terkena adalah grass root yang sebagian adalah NU. Kita berharap bagaimana gerakan-gerakan politik kerakyatan ini tidak membelah rakyat itu sendiri," kata Muzadi lagi.
Selain KH Tolchah Hasan dan KH Hasyim Muzadi, PB NU yang datang antara lain KH Masyhuri Naim, KH Said Agil Siraj, H.Mustofa Zunad Mugni, H. Ahmad Bagdja, H. Endang Turmudi, H. Sirojul Munir, H. Asmui Suhaimi, H. Masrur Ainun Najih, H. Taufiq Abdullah, H. Anas Tohir, H. Saiful Bahri Anshori, dan H. Ghozi Alfatih. Sedang Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Radjasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Menteri Agama Maftuh Basyuni. (nnf)



