Berita Utama

SBY Hadiri HUT Ke-15 CIDES

Sistem Ekonomi Indonesia Berkeadilan Sosial

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (25/1) malam menghadiri Peringatan HUT ke-15 Center for Information and Development Studies (CIDES) di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat. Tema yang diangkat CIDES dalam peringatan HUT ke-15 ini adalah "Menuju Bangsa Indonesia yang Mandiri dan Bermartabat di Tengah Tuntutan Globalisasi".

Direktur CIDES Syahganda Nainggolan dalam pidatonya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pemerintahan SBY-JK yang telah sepenuh kekuatan, terus bersikukuh melaksanakan pemberantasan korupsi. "Meskipun beberapa pihak di antaranya ada yang meragukan serta menyoal dengan menyatakan dilakukan tebang pilih, namun sebaliknya kami menilai keberanian membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa tersebut, telah menyebabkan banyak pelaku korupsi yang ditebang," kata Syahganda. "Sementara di masa lalu, bisa dipastikan tidak pernah ada yang ditebang. Ini adalah sebuah revousi budaya yang besar," lanjutnya.

Syahganda juga mengajak semua pihak mencermati pemikiran Presiden SBY tentang sistem ekonomi Indonesia yang berlandaskan keadilan sosial. "Ini adalah sistem ekonomi yang membenarkan intervensi pemerintah dengan skala dan momentum yang tepat, menekankan pada human capital dan iptek, penguatan pembangunan yang bertumpu pada sektor agro dan pedesaan," ujar Syahganda. "CIDES meyakini bahwa pendekatan konsep pembangunan ekonomi yang ditawarkan Presiden SBY itu akan mampu mensejahterakan kehidupan rakyat secara menyeluruh," ia menegaskan.

Sementara itu Presiden SBY mengharapkan agar dalam usianya yang sudah menginjak 15 tahun, CIDES dapat terus meningkatkan kontribusinya bagi perkembangan bangsa. Selanjutnya Presiden SBY menyampaikan iidato kebudayaannya yang menjawab berbagai persoalan kebangsaan dan ekonomi di Indonesia. "Pidato yang ingin saya kedepankan ini akan berangkat dari sebuah sudut penglihatan yang lebih menadasar dan fundamental untuk melihat isu kemandirian dan martabat bangsa yang sama-sama ingin kita tingkatkan derajatnya dari waktu ke waktu," SBY menegaskan.

Menjawab pertanyaan model kepemimpinan seperti apa yang cocok untuk Indonesia yang majemuk, Presiden SBY menegaskan bahwa dengan meletakkan kemajemukan sebagai kebesaran untuk memimpin karena pemikiran banyak orang akan lebih baik daripada pemikiran satu atau dua orang.

Dalam acara tersebut Presiden SBY, didampingi Ibu Ani, juga menyaksikan penampilan sendratari kolosal yang mengangkat isu-isu sosial dan ekonomi Indonesia. Tampak hadir, antara lain, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menbudpar Jero Wacik, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (osa)