Berita Utama
Rabu, 6 Februari 2008, 12:10:32 WIB
Rapat Evaluasi Program Prioritas Depdiknas
Presiden: Pendidikan Harus Bermutu dan Murah
Presiden SBY didampingi Wapres JK, Rabu (6/2) pagi, memimpin Rapat Evaluasi Program Prioritas Depdiknas tahun 2005 -2007 dan program kerja 2008, di Hotel Bumi Karsa, Jakarta. (foto: anung/presidensby.info)
Menurut Presiden SBY, pendidikan yang kita tuju adalah pendidikan yang bermutu dan yang murah, terutama bagi golongan yang tidak mampu dan merata. Berorientasi pada tujuan itu, dikembangkan program dan langkah konkret di seluruh Indonesia untuk betul-betul meningkatkan kualitas pendidikan. "Kita akan mengatasi persoalan dan hambatan yang dihadapi oleh lembaga-lembaga pendidikan di seluruh Indonesia." kata Presiden dalam keterangan persnya didampingi Wapres Jusuf Kalla, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendiknas Bambang Soedibyo, Meneg PDT Edi Lukman, Gubernur Aceh Irwandi yusuf, Gubernur Riau Rusli Zainal, dan Wagub DKI Jakarta Prijanto.
Rumusan kebijakan dan tindakan nyata untuk mengatasi persoalan pendidikan sekaligus meningkatkan capaian pembangunan di bidang pendidikan adalah program bantuan yang telah dilakukan, misalnya program bantuan bea siswa, sekarang ditambah lagi dengan BOS (Bantuan Operasional Sekolah), kemudian BKM (Bantuan Khusus Murid ) dan Bantuan Khusus Buku yang pada tahun 2007 jumlahnya Rp 11,5 triliun. "Bantuan ini membebaskan sekita 70, 3 persen SD, SMP atau yang setara. Menyangkut biaya operasional, semua siswa miskin bisa dibebaskan dari segala pungutan," kata SBY. "Bantuan seperti ini akan kita lanjutkan agar akses pendidikan dapat dibuka lebih lebar lagi, lalu orang tua khususnya mereka yang ekonomi lemah tidak memiliki hambatan untuk menyekolahkan putra-putrinya," kata Presiden
Ditambahkan, bahwa yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah unsur dosen dan guru. "Agar para dosen dan guru memiliki kemampuan yang baik dan mengerti hak dan kewajibannya, tentunya harus mendapatkan kesejahteraan yang cukup. Apa yang kita kembangkan sekarang ini, peningkatan gaji, pemberian tunjangan fungsional, tunjangan profesi dan tunjangan khusus, diharapkan mereka lebih meningkat lagi kemampuan dan kompetensinya," kata Presiden.
Pada tahun 2007 ada 81.800 orang mengikuti pendidikan S1 atau D4 , lalu ada 8.540 mengikuti pendidikan S2 dan S3, semuanya itu untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan pengajar kita. (win)



