Berita Utama

Pemerintah Percepat Pengadaan Buku Murah

Presiden SBY didampingi Mendiknas Bambang Sudibyo melihat pameran buku, usai  Rapat Evaluasi Program Prioritas Depdiknas, Rabu (6/2) siang, di Hotel Bumi Karsa, Jakarta. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Mendiknas Bambang Sudibyo melihat pameran buku, usai Rapat Evaluasi Program Prioritas Depdiknas, Rabu (6/2) siang, di Hotel Bumi Karsa, Jakarta. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Pemerintah telah membeli copy right atau hak penerbitan buku-buku pelajaran agar harganya murah dan mudah dijangkau masyarakat. Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam bagian lain keterangan persnya, usai memimpin Rapat Evaluasi Program Prioritas Depdiknas tahun 2005 -2007 dan program kerja 2008, Rabu (6/2) siang, di Birawa Room Hotel Bumi Karsa, Jakarta.

”Inilah salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat luas, tidak adanya ketersediaan buku, baik dalam jumlah maupun harganya. Saya telah meminta Mendiknas dan jajarannya bersama-sama dengan pimpinan daerah untuk mempercepat implementasi buku murah ini, sehingga mengurangi komponen pembiayaan bagi orang tua atau bagi mereka yang menyekolahkan putra-putrinya," kata Presiden SBY.

Dalam rapat tersebut, tambah Presiden, dipaparkan pula secara langsung pembangunan unit-unit sekolah baru danrehabilitasi serta rekontruksi gedung-gedung sekolah yang kurang layak. "Progresnya cukup baik, dan kita ingin pastikan sisanya --di bawah 10 persen-- agar tuntas pada tahun 2008 hingga 2009 ini. Sebagai contoh, unit sekolah yang dibangun antara 2005 sampai 2007 jumlahnya 5419 unit, telah dibangun 4428 unit perpustakaan, 8.581 unit laboratorium, dengan menelan biaya Rp 7,147 triliun,” SBY menjelaskan.

“Kita ingin memastikan, sejalan dengan kenaikan anggaran pendidikan, pembangunan unit sekolah baru serta rehabilitasi dan rekontruksi gedung-gedung bisa berjalan secara efektif. Pada saatnya nanti fasilitas pendidikan itu sudah memadai dan akan membantu kelancaran proses belajar mengajar,” ujar Presiden

Pemerintah juga menggarisbawahi Gerakan Membaca di seluruh Indonesia. Pemerintah ingin mengurangi kesenjangan intelektual (intellectual gap) di masyarakat agar lebih adil dalam mendapatkan mata pencaharian serta bekerja sesuai kemampuannya. ”Itulah mengapa kita mengembangkan terus Gerakan Membaca secara nasional. Kita telah membangun 400 taman baca masyarakat di berbagai tempat, perpustakaan keliling, Mobil Pintar, Rumah Pintar, dan kegiatan yang sejenis,” SBY menegaskan.

Saat memberikan keterangan pers, Presiden didampingi Wapres Jusuf Kalla, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendiknas Bambang Soedibyo, Meneg PDT Edi Lukman, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Gubernur Riau Rusli Zainal, dan Wagub DKI Jakarta Prijanto serta Jubir Presiden Andi Mallarangeng. (win)