Berita Utama

Penembakan Presiden Timor Leste

Ini Merupakan Serangan Terhadap Demokrasi

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung upaya pemerintah Timor Leste menegakkan demokrasi. Karena itu, serangan terhadap Presiden Ramos Horta merupakan serangan terhadap demokrasi. Jubir Presiden Dino Patti Djalal mengatakan hal itu di Kantor Presiden, Senin (11/2) pagi.

"Serangan yang terjadi pagi ini, serangan yang luar biasa terhadap Presiden dan Perdana Menteri Timor Leste, adalah suatu serangan terhadap demokrasi. Ini merupakan tindakan inkonstitusional, merongrong pemerintah yang terpilih secara sah,” kata Dino.

Presiden SBY, lanjut Dino, terus memonitor perkembangan situasi Timor Leste pasca penembakan Presiden Ramos Horta. ”Presiden SBY berdoa agar Presiden Ramos Horta, yang merupakan sahabat beliau, segera sembuh dari luka-luka tembak yang dialaminya,” Dino menambahkan.

Menurut Dino, situasi Dili sudah relatif tenang. ”Tadi pagi, sekitar pukul 10.30 waktu Timor Leste, sudah ada pertemuan antara PM Xanana Gusmao dengan pejabat sementara (acting) dari UNMIT dengan Brigadir James Baker, Ketua International Stabilization Force (ISF) di Timor Leste. Mereka direncanakan akan merumuskan response plan terhadap krisis yang sekarang sedang terjadi di Timor Leste,” Dino menjelaskan. (nnf)