Berita Utama
Jumat, 15 Februari 2008, 16:46:13 WIB
Presiden Menerima Gubernur BI dan Para Deputi
Perlu Koordinasi Antara Otoritas Fiskal dan Moneter
Presiden SBY menerima Dewan Gubernur Bank Indonesia, di Kantor Kepresidenan, Jumat (15/2) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Menurut Burhanuddin Abdullah, dalam pertemuan tersebut dlaporkan soal pengaruh global terhadap fiscal sustainability Indonesia. "Ini penting karena Bank Indonesia sebagai otoritas moneter ingin mengarahkan supaya dalam konteks sustainability, kebijakan moneter dapat dijalankan secara terukur, cermat dan tetap menjaga ruang serta dinamika perekonomian kita di tahun-tahun mendatang," jelas Burhanuddin kepada wartawan, usai pertemuan.
Selain itu, disampaikan juga mengenai berbagai isu serta instrumen yang dipikirkan BI untuk melaksanakan kebijakan moneter. Salah satunya adalah menggunakan variable rate. "Ini dimaksudkan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih dan kemudian kita juga melihat betapa besar dampak dari fluktuasi nilai tukar terhadap perekonomian kita di dalam situasi dimaba instabilitas secara global masih belum bisa kita predict lebih panjang," papar Burhanuddin.
Ia mengemukakan bahwa stabilitas makro ekonomi adalah elemen dari kesinambungan dari setiap perubahan yang terjadi di setiap negara. "Saya beruntung melaporkan kondisi perbankan kita yang cukup kuat dan bahkan dari business plan bank yang disampaikan kepada BI, bank punya rencana bisnis yang cukup baik. Diharapkan dapat melakukan intermediasi pada tingkat yang cukup tinggi, mampu mendukung pertumbuhan di tahun 2008," Burhanuddin menambahkan.
Menanggapi laporan dari Dewan Gubernur BI, Presiden SBY berharap agar sinergi antarlembaga, koordinasi antara otoritas fiskal dan otoritas moneter dilakukan sebaik mungkin. "Koordinasi antar lembaga, bukan hanya Bank Indonesia dan Depkeu, tapi juga departemen-departemen lainnya dihidupkan, agar ketimpangan-ketimpangan perekonomian kita bisa ditangani dengan sebaik-baiknya," Burhanuddin menuturkan.
Dewan Gubernur yang menghadap Presiden adalah Deputi Senior Miranda Goeltom, Deputi Gubernur Hartadi A. Sarwono, Siti Chalimah Fadjrijah, Budi Rochadi, Muliaman D.Hadad, Ardhayadi, dan Budi Mulya. Sementara itu, Presiden SBY didampingi, antara lain, Menko Perekonomian Boediono, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalagi serta Menkeu Sri Mulyani. (mit)



