Berita Utama
Minggu, 17 Februari 2008, 17:00:43 WIB
Presiden Hadiri Perayaan Tahun Baru Imlek
Presiden SBY dan Ibu Negara, hari Minggu (17/2) sore menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek di JCC, Jakarta. (foto: haryanto/presidensby.info)
Dalam sambutannya, Presiden SBY antara lain mengingatkan, dua tahun lalu pemerintah telah menerbitkan UU No. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan Indonesia. "Undang-undang tersebut diantaranya menempatkan etnis Tionghoa dalam persamaan dan kesetaraan dengan warga negara yang lain, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui UU ini pula etnis Tionghoa diperlakukan sama, dan memperoleh kemudahan untuk memperoleh status kewarganegaraannya," ujar Presiden disambut aplaus panjang ribuan undangan yang hadir.
"Karena itu saya mengitruksikan kepada seluruh aparatur pemerintah untuk senantiasa memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat Tionghoa, dan termasuk penganut agama Konghucu. Berikan semua kemudahan kepada semua pelayanan, misalnya administrasi kependudukan, perkawinan, keimigrasian, perijinan dan pelayanan yang lain. Kedepan saya mengajak, baik komunitas Tionghoa maupun komunitas yang lain, untuk lebih bersatu, lebih rukun, dan tidak perlu membuat jarak yang tidak perlu," tegas Presiden.
Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Peter Lesmana melaporkan, perayaan Imlek secara nasional ini merupakan yang kesembilan kalinya berturut turut sejak tahun 2000." Ini semua bisa terwujud sebagai berkah dari reformasi yang terjadi di negeri ini," ujarnya bersemangat. Tema kali ini, lanjut Peter, Rakyat adalah Pokok Negara , Pokok Kokoh Negara Sejahtera.
Tampak hadir, diantaranya Ketua DPR-RI Agung Laksono, Menko Polhukam Widodo AS, Menag Maftuh Basyuni, Seskab Sudi Silalahi, dan Ketua MK Jimly Ashidiqie. (win)



