Berita Utama
Minggu, 17 Februari 2008, 18:10:08 WIB
Presiden pada Perayaan Imlek:
Tidak Boleh Ada Yang Merasa Lebih Penting
Presiden SBY memberi sambutan pada Perayaan Tahun Baru Imlek di JCC, Jakarta, hari Minggu (17/2) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
"Kita juga harus mencegah berkembangnya pikiran, kebijakan, dan tindakan yang diskriminatif, karena bertentangan dengan kodrat dan hak azasi manusia dan bertentangan dengan rasa keadilan. Kita patut bersyukur pada tahun-tahun terakhir ini kita dapat menghilangkan hal-hal yang berbau diskriminatif dan menggantinya dengan hal-hal yang mencerminkan persamaan dan kesetaraan. "Inilah cita-cita kita, membangun negeri yang kita cintai bersama Bhinneka Tunggal Ika, satu untuk semua, semua untuk satu, sehingga kemudian semua untuk semua," tambahnya. Presiden juga minta seluruh masyarakat untuk maju bersama-sama, bukan maju sendiri-sendiri.
Menurut Presiden, bangsa ini pernah memiliki sejarah yang tidak baik, ketika terjadi konflik-konflik horizontal karena perbedaan identitas, suku, agama, etnis dan kedaerahan. "Marilah kita jadikan semua itu sebagai pelajaran sejarah yang berharga dan kita upayakan untuk tidak terjadi lagi di Indonesia yang kita cintai ini. Bangsa kita yang memang beragam memungkinan konflik dan perselisihan selalu ada, namun marilah kita kelola dan carikan solusinya secara damai tanpa kekerasan," kata Presiden.
Presiden berharap semua pemuka agama, tokoh masyarakat, untuk membimbing komunitasnya seraya memberi contoh untuk tidak melakukan kekerasan dan main hakim sendiri ketika kita harus menyelesaikan konflik atau pertentangan yang ada. Presiden juga minta kepada aparat kepolisian dan penegak hukum untuk secara tepat dan tegas menindak pelaku-pelaku kekerasan dengan motif apapun, dan siapapun mereka itu. "Reformasi, demokratisasi, dan kebebasan tidak identik dengan kekerasan, tidak identik dengan main hakim sendiri dan tidak identik dengan menebarkan ketakutan bagi pihak lain," kata Presiden. (win)



