Berita Utama

Presiden Finlandia:

Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat

Presiden Finlandia Tarja Kaarina Halonen, memeriksa Barisan Kehormatan di halaman Istana Merdeka, hari Senin (18/2) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden Finlandia Tarja Kaarina Halonen, memeriksa Barisan Kehormatan di halaman Istana Merdeka, hari Senin (18/2) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Republik Finlandia Tarja Kaarina Halonen berharap Indonesia dan Finlandia dapat membangun lebih banyak lagi praktik kerjasama pengembangan kehutanan secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Halonen dalam keterangan pers bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, usai pertemuan bilateral, di Ruang Credential Istana Merdeka, Senin (18/2) pagi.

“Kerjasama ini meliputi kombinasi antara Indonesia, Finlandia dan beberapa negara yang memiliki hutan yang luas. Seperti saya katakan, pada saat yang sama kita memiliki pengembangan yang berkelanjutan untuk negara, dan juga untuk kesejahteraan rakyat. Dan saya berharap pengalaman yang kami miliki bisa berguna untuk Indonesia,” ujar Presiden Halonen.

Sebelumnya, Halonen menyatakan penghargaannya atas peran Indonesia dalam kerjasama regional dan internasional. Hubungan Finlandia-Indonesia, menurut Presiden Halonen, sangat baik. Finlandia mengapresiasi upaya Indonesia membangun demokrasi. “Kami menghargai upaya anda untuk memperkuat proses demokrasi dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia,” kata Presiden ke-11 dan sekaligus presiden perempuan pertama di Finlandia ini.

Presiden Halonen juga berharap agar kerjasama kedua negara bisa berlanjut di bidang-bidang lainnya. Karena itulah ia mengajak komunitas bisnis Finlandia dalam kunjungannya ke Indonesia. “Kami berharap agar komunitas bisnis menjajaki kerjasama di beberapa sektor. Indonesia memiliki banyak sumber daya alam. Finlandia adalah negara kecil dengan populasi yang sedikit, dan sumber daya yang sedikit. Tapi kami berhasil menjadi salah satu negara paling kompetitif di dunia. Karena itu kami mendiskusikan beberapa pengalaman yang bisa kami bagi dengan Indonesia,” lanjut presiden kelahiran Helsinki, 24 Desember 1942, ini.

Pemerintah Finlandia, ujar Halonen, juga terus mengikuti perkembangan situasi Aceh. “Kami akan mengunjungi Aceh untuk melihat dan berdiskusi secara langsung,” kata mantan Menteri Luar Negeri Finlandia ini. (nnf)