Berita Utama

Indonesia Cermati Perkembangan Kosovo

Jakarta: Sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, Indonesia mengikuti secara seksama perkembangan situasi di Kosovo yang kemarin mendeklarasikan kemerdekaannya. Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjawab pertanyaan wartawan dalam keterangan pers bersama Presiden Finlandia Tarja Kaarina Halonen, di Ruang Credential, Istana Merdeka, Senin (18/2) pagi.

”Kami mengikuti baik dari Jakarta pada tingkat politik nasional maupun pada tingkat PBB. Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia akan menentukan sikap yang paling tepat terhadap kemerdekaan Kosovo,” kata Presiden SBY.

Ada dua konteks yang diambil oleh Indonesia melihat perkembangan di Kosovo. Pertama, Indonesia berada pada posisi menghormati kedaulatan dan keutuhan teritorial sebuah negara. Kedua, Indonesia juga menyadari bahwa Kosovo memiliki situasi yang khas. Proses dekonstruksi bekas negara Yugoslavia ternyata masih menyisakan masalah yang belum selesai, termasuk Kosovo. "Oleh karena itu, bagaimanapun harus ada ending, solusi soal masa depan Kosovo yang tepat sebagai bagian dari aliran masalah di bekas negara Yugoslavia," ujar Presiden SBY.

Sesungguhnya Indonesia berharap akan ada satu solusi damai, konsensus multilateral, yang terbaik bagi Kosovo. Namun Indonesia juga menyadari, ternyata upaya itu mengalami jalan buntu. "Sebagaimana yang saya ketahui, mantan Presiden Finlandia Marti Ahtissari juga bekerja keras untuk itu, tapi kenyataannya belum membuahkan hasil yang baik. Oleh karena itu dengan realitas baru ini, Indonesia akan mengolah dan pada saatnya nanti akan menyampaikan posisinya yang terbaik seperti apa untuk bangsa Kosovo dan dalam konteks hubungan antarbangsa,” Presiden SBY menjelaskan.

Tadi malam, lanjut SBY, Dubes Indonesia untuk PBB melaporkan bahwa Dewan Keamanan telah mengadakan pertemuan untuk membahas situasi Kosovo. “Angle-nya bukan untuk menyangkut pengakuan, tapi ternyata masih melebar mengenai legalitas dari proses kemerdekaan itu. Oleh karena itu, menurut saya, bagi Indonesia yang paling tepat adalah terus mencermati perkembangan ini. Dan andaikata kemerdekaan Kosovo adalah yang terbaik bagi bangsa Kosovo, Eropa dan dunia, tentu Indonesia juga akan pada posisi untuk menghormati proses itu,“ Presiden menambahkan.

Presiden SBY juga mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan DPR-RI. “Kami akan melakukan konsultasi, pemerintah dengan parlemen kami, karena Indonesia sebagai negara akan memberikan posisi pada masalah-masalah yang penting pada tingkat dunia,” kata SBY. (nnf)