Berita Utama
Selasa, 19 Februari 2008, 16:00:03 WIB
Presiden Terima 6 Aggota Kongres AS
Indonesia Kini Jadi Salah Satu Negara Demokrasi Terbesar
Presiden SBY hari Selasa (19/2) menerima anggota Kongres AS, di Kantor Presiden. (foto: abror/presidensby.info)
Menurut Jubir Presiden Dino Patti Djalal, ada dua poin yang disampaikan oleh Presiden SBY dalam pertemuan tersebut. “Pertama, Presiden menyampaikan penjelasan bagaimana Indonesia telah mengalami transformasi dalam beberapa tahun ini, dan Presiden SBY menjelaskan bahwa akibat dari transformasi itu sekarang Indonesia telah menjadi salah satu negara demokrasi terbesar.Demokrasi yang telah mencapai point of no return, atau tidak bisa kembali lagi ke masa dulu,” kata Dino kepada wartawan usai mendampingi Presiden SBY dalam pertemuan tersebut.
Hal kedua, menurut Dino, Presiden menjelaskan bahwa hubungan Indonesia dan Amerika adalah hubungan kemitraan yang demokratis. ”Presiden juga mengharapkan agar antara parlemen Amerika dan DPR-RI dapat menjalin kerjasama yang lebih baik. Dan memang tujuan utama dari kunjungan komisi ini untuk menjalin hubungan kelembagaan lebih erat antara Kongres Amerika dan DPR,” kata Dino lagi.
Dalam pertemuan itu, menurut Dino, juga dibahas mengenai masalah regional, terutama mengenai Myanmar. “Myanmar banyak ditanyakan oleh beberapa anggota delegasi ini, dan Presiden memberikan jawaban mengenai posisi Indonesia tentang Myanmar yang intinya menyambut baik keputusan atau pengumuan dari pemerintah Myanmar untuk melakukan Pemilu dan langkah-langkah ke depan dalam road map to democracy. Tapi beliau menginginkan agar langkah ini dapat menjamin akan lebih inklusif dan lebih mengikutsertakan kelompok-kelompok di luar pemerintah Myanmar,” jelas Dino.
Pada kesempatan yang sama David Price, Ketua Delegasi dan sekaligus Ketua HDAC menjelaskan bahwa kunjungannya kali ini adalah kunjungan ketiga komisi ini ke Indonesia. Sebaliknya anggota-anggota DPR juga dari Indonesia telah berkunjung ke Amerika. “Kemitraan ini sudah berjalan selama tiga tahun. Kita memiliki beberapa hal untuk dibicarakan diantara kedua parlemen dan kita memiliki banyak hal untuk belajar satu sama lain,” kata David.
”Kami baru saja melakukan pertemuan yang produktif dengan Presiden, dan kami membicarakan beberapa isu di Indonesia dan Amerika secara luas mengenai demokrasi. Kami membicarakan peran negara ini dalam menjaga perdamaian di Darfur Sudan, di Lebanon, situasi di Myanmar, kebutuhan langkah yang konkrit untuk demokrasi di Myanmar. Kita berbagi ide mengenai pendekatan yang terbaik mengenai isu tersebut. Kami juga menyatakan apresiasi kami kepada Indonesia yang telah bekerja dan menjadi tuan rumah untuk Konferensi Bali dalam isu lingkungan, dan kami juga mendiskusikan mengenai isu-isu lingkungan dan tantangan kesehatan publik di Indonesia, dan prospek mengenai penanganan epidemik flu burung,” kata David.
”Kami sudah berkunjung ke Aceh dan Indonesia bagian barat, bertemu dengan Gubernur dan anggota DPRD, melihat daerah yang kena bencana dan menyaksikan proses pembangunan kembali setelah bencana tsunami. Saya datang dari negara bagian di Amerika, North Carolina, yang mengalami bencana dahsyat, tapi saya bisa mengatakan bahwa tidak ada apa-apa bila dilihat dari dekat terhadap kerusakan yang dialami negara ini dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain dari tsunami. Itu adalah sesuatu yang harus kami lihat dan pahami. Kami sangat sedih melihatnya tapi sekaligus senang mengetahui kemajuan yang telah dilakukan Indonesia dan rakyat Indonesia serta rakyat Aceh, untuk membangun kembali masyarakat dan kehidupan di sana, ” kata David lagi.
HDAC adalah lembaga yang mempromosikan lembaga legislatif yang aktif, pemerintahan yang efektif dan memperkuat institusi demokratis, dengan membantu lembaga perwakilan di negara-negara demokrasi baru. Inti dari pekerjaan HDAC adalah kerjasama parlemen ke parlemen dalam mengembangkan keahlian teknis bagi mitra lembaga legislatif sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, lembaga legislatif yang independen, akses terhadap informasi dan pengawasan terhadap pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut Presiden SBY didampingi oleh Menko Polhukam Widodo A.S, Mensesneg Hatta Rajasa dan Jubir Dino Patti Djalal. (nnf)



