Berita Utama
Rabu, 20 Februari 2008, 16:30:52 WIB
'Mamangun Mahaga Lewu' Terobosan Kalimantan Tengah
Presiden SBY hari Rabu (20/2) sore menerima Gubernur Kalteng, Teras Narang, di Kantor Presiden. (foto: abror/presidensby.info)
Hal itu disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Rabu (20/2). "Kami melaporkan mengenai kesiapan provinsi Kalimantan Tengah untuk menerima kunjungan kerja Presiden SBY, yang direncanakan pertengahan Maret 2008 ini. Pada saat kunjungan kerja Bapak Presiden nanti ke kota Palangkaraya, ada beberapa program penting yang akan dicanangkan, yang terkait dengan pengentasan kemiskinan, khususnya bagi desa-desa tertinggal," kata Teras Narang.
Di Kalimantan Tengah, kata Teras Narang, terdapat 973 desa tertinggal. Untuk mengatasi hal itu Provinsi Kalimantan Tengah memiliki program Mamangun Mahaga Lewu, yang diambil dari Bahasa Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Mamangun artinya membangun, mahaga artinya menjaga, lewu artinya desa. “Ini adalah program terobosan yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, untuk lebih berkonsentrasi berupaya lebih mempercepat agar desa-desa tertinggal ini menjadi baik lagi. Pada tahun 2008 ini masing-masing kabupaten mengajukan 3 desa atau kelurahan yang tertinggal, yang berarti untuk tahun 2008 ini ada 42 desa dan kelurahan tertinggal yang akan dikerjakan bersama oleh pemerintah provinsi, kabupaten/ kota masing-masing, dan juga dengan anggaran dari APBN,” kata Teras Narang.
“Program ini kita harapkan terus berkelanjutan sampai dengan tahun 2010. Berarti hingga tahun 2010 ada 126 desa atau kelurahan yang menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam rangka untuk proses percepatannya. Saya juga melaporkan mengenai percobaan penanaman padi System Rice Intensification atau SRI, yaitu satu sistem yang dikembangkan oleh Medco Foundation. Biasanya di provinsi Kalimantan Tengah itu satu hektar hanya menghasilkan 2,8 ton. Tetapi dengan sistem ini telah terjadi peningkatan, sekitar 5,8 ton/ha. Kita harapkan nanti terjadi peningkatan-peningkatan yang cukup signifikan agar pengembangan padi SRI ini betul-betul dapat terlaksana dengan baik, dan Provisi Kalimantan Tengah bisa menjadi provinsi lumbung padi di dalam rangka ketahanan nasional di negara kita ini," lanjutnya.
Saat bertemu Presiden, Teras Narang juga melaporkan mengenai pelaksanaan Instruksi Presiden no 2. tahun 2007 tentang rehabilitasi lahan gambut atau lahan sejuta hektar. “Saya sampaikan kepada presiden kondisi-kondisi terakhir yang berkembang di lahan gambut tersebut,” katanya lagi. Juga dilaporkan mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalimantan Tengah.
“Saya laporkan kepada Bapak Presiden bahwa sejak bulan April 2007 Kalimantan Tengah sudah mengajukan revisi terhadap RTRWP dan sampai sekarang masih belum selesai, dan saya juga mohon kepada Presiden untuk berkenan agar Departemen Kehutanan segera membentuk tim terpadu yang akan menyampaikan kepada DPR. Kita harapkan dalam waktu yang tidak begitu lama, RTRWP ini dapat disahkan sebagai perda dari Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Teras Narang. (nnf)



