Berita Utama
Kamis, 21 Februari 2008, 15:12:26 WIB
Presiden:
"Kelola Hutang Sebaik-baiknya Agar Tidak Membebani Anak Cucu"
Presiden SBY didampingi Wapres JK memimpin rapat terbatas kabinet, di Kantor Departemen Keuangan, Kamis (21/2) siang. (foto: anung/presidensby.info)
"Bersyukur kita bahwa rasio hutang terhadap Produk Domestik Bruto makin turun. Harapan kita, tahun ini menuju ke 33 persen dari masa krisis yang sangat tinggi, dibanding pada tahun 2004 yang masih 56 persen. Itupun juga mengarah kepada komponen hutang asing yang jauh lebih kecil dibandingkan kewajiban hutang dalam negeri. Ini semua membuat lebih kuat dan lebih sehatnya APBN kita. Oleh karena itu, kita juga mengarisbawahi pentingnya terus melakukan pengelolaan hutang dengan sebaik-baiknya menuju kepada rasio yang paling baik sehingga tidak membebani APBN, dan tidak membebani anak cucu kita di dalam mengelola negara ini,” kata Presiden didampingi Wapres Jusuf Kalla dan beberapa menteri.
“Saya memberikan apresiasi pada jajaran Departemen Keuangan untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik. Baik di Direktorat Jendral Pajak, Bea dan Cukai dan lembaga lembaga lain, sehingga rakyat kita sangat terbantu, dunia usaha juga sangat terbantu. Kalau makin efisien, makin cepat, makin baik dan makin mudah, maka akan makin mendorong kembali kebangkitan sektor riil dan pergerakan dunia usaha kita," lanjutnya.
Presiden mengapresiasi Departemen Keuangan dengan adanya situation room, yang terus memantau perkembangan dinamika perekonomian sedunia, termasuk yang ada di kawasan dan yang ada di dalam negeri.” Ini sangat penting agar kita bisa mengantisipasi lebih baik, sehingga kita bisa merespon setiap gejolak, setiap permasalahan yang muncul, dan saya berharap ini menjadi bagian dari sistem kita, satu sistem yang menggunakan IT dan real time, sehingga sangat berguna bagi para pengambil kebijakan dan pengambil keputusan di negara ini,” kata Presiden.
Kedepan, kata Presiden, dengan semua yang dikelola ini, diharapkan pengelolaan keuangan negara lebih baik, pengelolaan APBN juga lebih baik. Kemudian negara juga mendapat sumber-sumber penerimaannya yang lebih baik lagi. Dengan demikian untuk melanjutkan pembangunan ke depan yang memerlukan biaya yang tak sedikit, lanjut Presiden.
Beberapa menteri tampak mengiktui rapat di Depkeu, antara lain Menteri Keuagan Sri Mulyani sebagai tuan rumah, Menko Perekonomian Boediono, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, serta dua jubir Presiden Andi Mallarangeng, dan Dino Patti Djalal.(nnf)



