Berita Utama

Tahun 2007 Kebakaran Hutan Menurun

Presiden SBY didampingi Wapres JK memimpin rapat  di Departemen Kehutanan, Jakarta, Jumat (22/2) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Wapres JK memimpin rapat di Departemen Kehutanan, Jakarta, Jumat (22/2) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Kebakaran hutan yang terjadi tahun 2007 menurun dibanding yang terjadi tahun 2006, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada wartawan, usai memimpin rapat di Departemen Kehutanan, Jakarta, hari Jumat (22/2) siang. Menurut Presiden, pemerintah telah memberikan perhatian yang serius atas pencegahan kebakaran hutan, dimana pada tahun 2006 cukup tinggi jumlah area titik api dan cukup luas area yang mengalami kebakaran serta asap yang diproduksi.

"Tahun 2007, dengan langkah-langkah yang makin intensif termasuk cuaca yang lebih bersahabat, jumlah area titik api dan area yang terbakar turun sangat signifikan. Pencegahan kebakaran tahun 2008 ini terus kita lanjutkan. Oleh karena itu, apa yang terjadi di Dumai sekarang ini terjadi kebakaran, asap mengepul, pemerintah sedang melakukan langkah-langkah untuk bisa mengatasi. Informasi dari daerah bahwa itu sebahagian besar lahan gambut yang memang tidak semudah itu kita padamkan, meskipun kita sudah jatuhkan air lewat helikopter atau sarana yang lain, tapi biar bagaimanapun harus kita atasi," lanjut Presiden.

Selain itu, Presiden menyampaikan pentingnya menyukseskan GERHAN atau Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan . ”Tadi dilaporkan bahwa sasaran yang ditetapkan adalah menanam 79 juta pohon. Setelah dilakukan verifikasi pada tingkat sekarang ini bisa direalisasi 76 juta pohon. Kemudian gerakan ibu-ibu menanam 10 juta pohon, itu setelah diverifikasi jumlahnya menjadi 12 juta pohon. Saya juga berterimah kasih kepada ormas dan masyarakat luas yang juga ikut menanam sebanyak 3,2 juta pohon ,” ujar Presiden.

Presiden menyatakan bahwa dirinya tidak happy kalau ada komentar bahwa seolah-olah kegiatan ini hanya slogan.” Toh masih ada banjir. Tentu tidak mungkin sekarang menanam, besok saja kalau tidak ada banjir. Ini program jangka menengah dan jangka panjang untuk anak cucu kita,” kata Presiden. ”Mengapa sekarang mudah sekali banjir bandang dan longsor? Barangkali kesalahan kita diwaktu yang lalu, kita kurang tekun dan kurang gigih dalam memelihara lingkungan, termasuk gerakan menanam pohon yang sekarang kita galakkan ini ,” ujar Presiden. (win)