Berita Utama
Selasa, 26 Februari 2008, 12:36:40 WIB
SBY Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2007
Presiden SBY hari Selasa (26/2) pagi di Kantor Kepresidenan memimpin ratas membahas dan mengevaluasi penyelenggaraan haji 2007 lalu. (foto: abror/presidensby.info)
Usai rapat, Menteri Agama Maftuh Basyuni didampingi Menteri Komunikasi dan Informasi M.Nuh dalam keterangan persnya mengatakan, penyelenggaraan haji tahun 2007 dinilai banyak orang telah berjalan dengan baik, ditandai dengan tidak adanya kritikan, serta kurangnya pemberitaan dari pers soal keburukan perjalanan haji tersebut. ” Namun hasil evaluasi juga minta agar penyelenggaraan haji tahun mendatang jauh lebih baik,” Kata Maftuh Basyuni.
Menurut Maftuh, pokok permasalahan dari tahun ke tahun dalam penyelenggaraan haji adalah katering dan pemondokan. ”Katering telah kita selenggarakan dengan baik, dan soal pemondokan, terutama di Mekkah, memang mengalami kendala tidak sedikit, terutama pemilihan rumah. Tadi dalam rapat juga saya laporkan bahwa untuk mencari rumah yang dekat dengan Masjidil Haram itu umumnya sudah menjadi hotel –hotel, tentunya amat mahal, ” kata Menag.
”Banyak rumah kecil dan hanya bisa menampung satu kloter saja, sedangkan kita upayakan gedung yang kita pilih itu bisa menampung untuk 5 kloter lebih, sehingga pengawasannya lebih mudah. Bisa dibayangkan kalau tahun ini, terdapat 367 gedung yang kita sewa, pengawasannya jadi juga sulit,” tambahnya. Untuk itu, lanjutnya, cara yang kita tempuh sekarang misalnya dengan mengupayakan adanya komplek yang bisa menampung jamaah haji itu. Saya juga telah melaporkan, tahun ini kita sudah melakukan MoU dengan salah seorang penduduk Mekkah yang mempunyai tanah cukup luas, dan akan membangun rumah yang bisa menampung 50 ribu orang, bahkan bisa mencapai 90 ribu,” kata Maftuh.
Tampak hadir dalam ratas antara lain, Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekonomian Boediono, Menkeu Sri Mulyani, Mendagri Mardiyanto, Menkes Siti Fadilah Soepari, Dirut Garuda Emirsyah Satar, dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng. (win)



