Berita Utama
Selasa, 26 Februari 2008, 16:45:14 WIB
Sekjen ASEAN Minta Dukungan Presiden
Presiden SBY menerima Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan, hari Selasa (26/2) sore di Kantor Kepresidenan. (foto: abror/presidensby.info)
Kepada wartawan, usai bertemu Presiden, Surin Pitsuwan mengatakan, “Saya minta dorongan Presiden dalam diskusi mengenai persetujuan tentang host agreement. Kantor Sekretariat ASEAN di sini, dan harus menunaikan tugas-tugas kami sebagai pusat pemikiran dari ASEAN. Kami membutuhkan persetujuan dengan negara tuan rumah, dalam hal ini pemerintah Republik Indonesia. Di masa lalu, para pejabat dan petugas kami berasal dari Departemen Luar Negeri masing-masing negara anggota ASEAN, dan semua diplomat. Sekarang beberapa dari mereka adalah hasil dari rekruitmen secara terbuka. Berarti mereka berasal dari berbagai ibukota negara ASEAN tanpa memiliki paspor diplomat, sehingga kami harus memikirkan mengenai status mereka, hak-hak dan kekebalan dalam hubungan antara sekretariat ASEAN dengan Indonesia. Presiden sangat mendorong bahwa kami harus mempercepat negosiasi dan diskusi mengenai hal tersebut dengan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, “ kata Surin.
“Saya juga menyampaikan kepada Presiden bahwa begitu banyak perhatian dicurahkan kepada Sekretariat ASEAN sebagai hasil dari Piagam ASEAN. Akan lebih banyak mitra dialog yang datang pada kami, ingin mengikutsertakan kami, ingin mengirimkan perwakilan mereka untuk bekerja dengan kami, untuk berkoordinasi mengenai aktivitas mereka bersama kami, dan kami kekurangan ruangan. Dan saya minta kepada Presiden untuk ruangan yang lebih luas dan fasilitas tambahan untuk mengakomodir perkembangan sekretariat ASEAN. Karena cara kerja serta tanggung jawab lebih yang diberikan kepada sekretariat, kami membutuhkan lebih banyak orang. Untuk itu membutuhkan ruangan yang lebih luas. Dan Presiden menunjukkan keinginannya dan dorongan kepada kami untuk melakukan diskusi dengan menteri-menteri terkait dalam hal bagaimana mengakomodir ASEAN yang baru di sini di Jakarta, yang menjadi tuan rumah kantor sekretariat ASEAN,” lanjutnya.
Pada kesempatan itu, Surin mengatakan bahwa dirinya telah mengenal Presiden SBY sejak beberapa waktu yang lalu. “Saya mengenal Presiden SBY sejak beberapa waktu lalu sejak saya menjadi Menteri Luar Negeri Thailand, dan beliau sebagai Menko Polkam, dan kami pernah bekerja bersama-sama dalam beberapa hal mengenai wilayah ASEAN,” katanya.
“Hari ini adalah kunjungan resmi saya kepada Presiden, dan untuk berterima kasih kepadanya atas dukungannya kepada saya sebagai kandidat Sekjen ASEAN pada KTT ASEAN di Singapura pada bulan November tahun lalu. Presiden menyatakan dukungan penuh Indonesia untuk bekerja bersama dengan ASEAN. Presiden percaya bahwa ASEAN siap untuk terlibat bersama dengan dunia, berkompetisi dengan baik di dunia, dan untuk itu ASEAN perlu melakukan konsolidasi kedalam. Dan Piagam ASEAN tentunya adalah sebuah intrumen untuk mempersiapkan ASEAN pada keterlibatan kepada dunia secara efektif dan menguntungkan. Presiden juga setuju dengan saya bahwa sekretariat ASEAN harus lebih dikenal di ibukota Indonesia,” jelas Surin.
"Di masa lalu saya kira Indonesia, Jakarta sudah menjadi tuan rumah bagi Sekretariat ASEAN untuk 15 tahun terakhir. Tapi belakangan di Indonesia dan masyarakat Jakarta. Saya mengajukan kepada Presiden bahwa akan ada the Best ASEAN Performances di bidang budaya dan seni. Jadi rakyat ASEAN ada sekretariat bisa lebih terlibat dengan masyarakat Jakarta dan Indonesia. Dan dimulai dengan pertunjukkan budaya, sehingga diharapkan masyarakat Indonesia bisa memahami ASEAN dengan lebih baik melalui seni dan pertunjukan,” katanya lagi. (nnf)



