Berita Utama

Sidang Paripurna Kabinet

Para Menteri Diminta Lakukan Penghematan Anggaran

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (27/2) siang memberikan arahan kepada seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, termasuk Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Kapolri Jenderal Sutanto, mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2008. Kepada para menteri Presiden juga minta agar mereka tetap fokus untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan peogram-program yang telah ditetapkan oleh masing-masing departemen.

Kepada wartawan usai mengikuti sidang kabinet paripurna, Mensesneg Hatta Rajasa menjelaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan APBN-P, dimana pemerintah melakukan beberapa perubahan-perubahan asumsi yang berkaitan dengan hal-hal yang menyangkut perubahan asumsi-asumsi dasar di dalam APBN. "Oleh sebab itu, Presiden SBY memberikan arahan khusus kepada seluruh menteri untuk betul-betul melakukan penghematan, sebagaimana yang telah menjadi kebijakan SBY yang kemudian ditetapkan oleh Menkeu," jelas Hatta, didampingi Juru Bicara Presiden, Andi A. Mallarangeng.

Ditambahkan, penghematan yang dilakukan pemerintah sebesar 15 persen dari seluruh pengeluaran pemerintah. "Penghematan sebanyak 15 persen tersebut berasal dari penghematan terhadap anggaran-anggaran yang dirasakan masih dapat diagendakan pada masa berikutnya," kata Hatta. Ditambahkan oleh Hatta, bahwa menteri-menteri yang hadir di dalam rapat hari ini memberikan respon positif terhadap penghematan tersebut, karena ada beberapa departemen yang mampu melakukan penghematan lebih dari 15 persen, contohnya adalah segmen dari lingkungan istana.

Ditambahkan pula oleh Andi Mallarangeng, penghematan sebanyak 15 persen tersebut tidak akan mengganggu kinerja departemen. "Karena tetap APBN-P kita di tahun 2008 ini lebih tinggi dari pada APBN tahun 2007, jadi tidak ada alasan kita tidak bisa bekerja dengan penghematan anggaran tersebut. Karena anggaran tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya," tegas Andi.

Terkait dengan stabilisasi harga pangan pokok yang sudah menjadi kebijakan Paket 1 Februari 2008 , Presiden SBY menginstruksikan agar segera dilaksanakan di lapangan. "Presiden menekankan agar seluruh menter-menteri yang terkait memantau kebijakan-kebijakan yang ditetapkan agar paket tersebut bisa berjalan sesuai dengan kebijakan tersebut," kata Hatta Rajasa. (mit)