Berita Utama
Kamis, 28 Februari 2008, 16:00:14 WIB
Lapor Presiden
Rencana Kerjasama Antam dan BHP Billiton
Presiden SBY hari Kamis (28/2) siang menerima pimpinan BHP Billiton dan PT Aneka Tambang, di Kantor Presiden. (foto: a. tohir/presidensby.info)
Kepada Presiden SBY, mereka mengutarakan rencana untuk berinvestasi membentuk perusahaan nikel beserta pemurniannya di Maluku Utara dan Papua Barat. M. Luthfi menganggap terobosan yang dilakukan Antam luar biasa. "Perusahaan Indonesia akan menjadi perusahaan kelas dunia, karena Antam memegang saham sebesar 50 persen. Dengan 50 persen itu, Antam memiliki konsolidasi dan bisa mengatakan perusahaan itu miliknya," jelas M. Luthfi. "BHP Billiton dan Antam berjanji kepada Presiden akan membuat standar teknologi dan standar pelaksanaannya akan dibuat standar kelas satu, lanjut M. Luthfi.
Selain itu, BHP Billiton dan Antam juga berjanji kepada Presiden untuk selalu menjaga keadaan lingkungan sekitar dengan melakukan penanaman kembali pohon-pohon yang ditebang untuk daerah pertambangan. "Mereka meyakinkan Presiden bahwa pada tanah yang akan digali tersebut, akan ditanami pepohonan kembali setelah selesai ditambang. Mereka akan mengembalikan top soil, tanah humus terbaik di daerah pertambangan," kata Luthfi.
Di dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam tersebut, Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Energi dan SDM Purnomo Yusgiantoro. (mit)



