Berita Utama

Lapor Presiden

Rencana Kerjasama Antam dan BHP Billiton

Presiden SBY  hari Kamis (28/2) siang menerima pimpinan  BHP Billiton dan PT Aneka Tambang, di Kantor Presiden. (foto: a. tohir/presidensby.info)
Presiden SBY hari Kamis (28/2) siang menerima pimpinan BHP Billiton dan PT Aneka Tambang, di Kantor Presiden. (foto: a. tohir/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (28/2) siang menerima pimpinan BHP Billiton dan PT Aneka Tambang di Kantor Presiden. Mereka adalah Presiden Direktur Stainless Stell Materials BHP Billiton, Jimmi Wilson, Presiden Direktur PT BHP Billiton Indonesia, Edwin Gerungan, dan Presiden Direktur PT Aneka Tambang (Antam), Dedi Aditya Sumanegara. Turut menemani mereka adalah M Luthfi, Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).

Kepada Presiden SBY, mereka mengutarakan rencana untuk berinvestasi membentuk perusahaan nikel beserta pemurniannya di Maluku Utara dan Papua Barat. M. Luthfi menganggap terobosan yang dilakukan Antam luar biasa. "Perusahaan Indonesia akan menjadi perusahaan kelas dunia, karena Antam memegang saham sebesar 50 persen. Dengan 50 persen itu, Antam memiliki konsolidasi dan bisa mengatakan perusahaan itu miliknya," jelas M. Luthfi. "BHP Billiton dan Antam berjanji kepada Presiden akan membuat standar teknologi dan standar pelaksanaannya akan dibuat standar kelas satu, lanjut M. Luthfi.

Selain itu, BHP Billiton dan Antam juga berjanji kepada Presiden untuk selalu menjaga keadaan lingkungan sekitar dengan melakukan penanaman kembali pohon-pohon yang ditebang untuk daerah pertambangan. "Mereka meyakinkan Presiden bahwa pada tanah yang akan digali tersebut, akan ditanami pepohonan kembali setelah selesai ditambang. Mereka akan mengembalikan top soil, tanah humus terbaik di daerah pertambangan," kata Luthfi.

Di dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam tersebut, Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Energi dan SDM Purnomo Yusgiantoro. (mit)