Berita Utama

Islam Jalan Tengah

Presiden SBY  hari Kamis (28/2) sore, di Kantor Kepresidenan, menerima Rektor  Universitas  Paramadina dan Pengurus Yayasan Wakaf Paramadina.(foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY hari Kamis (28/2) sore, di Kantor Kepresidenan, menerima Rektor Universitas Paramadina dan Pengurus Yayasan Wakaf Paramadina.(foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (28/2) sore, di Kantor Kepresidenan, menerima Rektor Universitas Paramadina, Anis Baswedan dan Pengurus Yayasan Wakaf Paramadina, diantaranya Hendro Martowardoyo, Komaruddin Hidayat, dan Anas Urbaningrum. Pertemuan ini menurut Anis melanjutkan silaturahmi yang selama ini terbangun antara komunitas Paramadina dan Presiden SBY.

”Presiden SBY sebenarnya adalah bagian dari komunitas Paramadina, karena pemikiran-pemikiran yang beliau gunakan adalah Islam Jalan Tengah. Kita juga mendiskusikan perkembangan Universitas Paramadina beserta yayasannya, dimana kita ingin bersama-sama meneruskan perjuangan untuk memperkuat Islam Jalan Tengah di Indonesia,” kata Anis.

Anis menjelaskan, Islam Jalan Tengah dimaksud adalah banyaknya terminologi untuk menjelaskan Islam yang damai, yang modern, yang berkarakter Indonesia. ”Kita ingin membuat penjelasan yang tidak membuat perpecahan di kalangan kita. Karena itu terminologi yang dipakai bukan Islam yang moderat, liberal, fundamental, tetapi Islam Jalan Tengah ,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Anis, adanya keinginan makin kuat di tingkat Internasional sebagai representasi Islam yang sebenarnya. ”Islam yang komponen damainya cukup besar, dimana selama ini kita lakukan kajian-kajian yang berkembang pesan dan pendidikan. Dalam hal ini, Universitas Paramdina ingin menghasilkan lulusan yang belum tentu beragama Islam, tetapi memahami Islam sebagai agama moderat, damai dan modern,” ujarnya.

Saat menerima tamunya, Presiden SBY didampingi Menteri Agama Maftuh Basyuni, Mendiknas Bambang Sudibyo dan Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi. (win)