Berita Utama
Senin, 3 Maret 2008, 15:12:34 WIB
Pemerintah Telah Banyak Melangkah untuk Kurangi Pengangguran
Presiden SBY didampingi Menegkop dan UKM Suryadarma Ali menikmati makanan berbahan baku ketela dan ketela pohon, di Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Kuningan, Jakarta, hari Senin (3/3) siang. (foto: abror/presidensby.info)
"Sejumlah langkah itu totalitas jumlahnya tiap tahun anggaran makin tinggi, yang sekarang jumlahnya lebih dari Rp 50 triliun, dilakukan secara simultan. Oeh karena itu saya punya keyakinan, dari tahun ke tahun ke depan dengan langkah yang seperti ini, maka makin ke depan pengangguran dan kemiskinan akan dapat kita kurangi, kecuali ada masalah-masalah luar yang memukul ekonomi kita," ujar Presiden. Data statistik, lanjutnya, juga menunjukkan adanya pengurangan pengangguran dan kemiskinan.
"Kemudian di sektor riil, ekonomi Indonesia tumbuh 6,3 persen. Sebelumnya 5 koma sekian persen. Sebelum 2004 sekitar 4,4 persen. Itu berarti sektor riil juga tumbuh. Makro ekonomi lebih stabil dan lebih kondusif untuk pertumbuhan itu, " ujar Presiden.
Menurut Presiden, pertumbuhannya memang berbeda beda. Ada yang cepat seperti telekomunikasi, perbankan dan transportasi. Tetapi ada yang relatif lambat. "Untuk itulah pemerintah akan terus membikin iklim investasi lebih baik lagi, mengeluarkan kebijakan yang lebih kondusif, termasuk kebijakan pajak dan lain-lain. Selebihnya, dunia usaha diharapkan betul- betul bisa menjalankan usahanya, dengan demikian sektor riil bergerak." kata Presiden.
Mengenai situasi global sekarang ini, menurut Presiden, ada pekerjaan rumah, pekerjaan baru. "Secara terbuka saya sampaikan kepada masyarakat , ada persoalan, tapi pemerintah akan bekerja keras untuk mengatasi masalah ini, sehingga meskipun di luar negeri ada gonjang ganjing, harga minyak gonjang-ganjing, pangan gonjang-ganjing, harapan kita langkah-langkah kita yang sangat keras dan terpadu mudah-mudahan dampaknya bisa kita kurangi pada ekonomi pada masyarakat kita," tegas Presiden.



