Berita Utama
Selasa, 4 Maret 2008, 13:00:02 WIB
Iran Tunjukkan Kerjasama Lebih Baik
Alasan Indonesia Memilih Abstain Dalam Voting DK PBB
Jakarta: Sikap Indonesia yang memilih untuk abstain dalam voting di Dewan Keamanan PBB mengenai resolusi terhadap nuklir Iran, karena Indonesia memandang Iran telah menunjukkan kerjasama yang lebih baik. Demikian disampaikan oleh Jubir Presiden, Dino Patti Djalal, kepada wartawan di Kantor presiden, Selasa (4/3) siang.“Tadi malam sekitar jam 01.00 WIB atau jam 12.00 waktu New York diadakan voting mengenai resolusi DK PBB mengenai nuklir Iran. Dalam voting tersebut hasilnya adalah 14 mendukung resolusi, dan satu abstain. Indonesia mengambil posisi untuk abstain, satu-satunya negara dari 15 anggota DK PBB yang mengambil posisi abstain," kata Dino.
Dijelaskan oleh Dino, Dubes Marty Natalegawa telah memberikan penjelasan ketika voting tersebut, bahwa ini adalah posisi prinsipil Indonesia. ”Intinya adalah bahwa dalam pandangan kita, terutama setelah mendengar laporan terakhir dari Badan Tenaga Atom Internasional, Iran telah menunjukkan kerjasama yang lebih baik. Memang ada butir-butir yang masih belum terlaksana sebelumnya, tapi secara umum arahnya adalah kerjasama yang lebih baik dari sebelumnya. Yaitu ketika dalam resolusi Dewan Keamanan sebelumnya, Indonesia mendukung resolusi tersebut dengan pertimbangan bahwa belum ada kerjasama yang penuh dari Iran. Jadi atas dasar tersebut Indonesia mengambil sikap abstain dalam voting di DK NY kemarin,” jelas Dino.
Keputusan kita untuk mengambil sikap abstain itu, kata Dino, adalah keputuan yang berdiri sendiri yang dilakukan secara independen.”Tidak ada kaitannya dengan tekanan siapapun, atau kepentingan apapun, selain dari dari pertimbangan bahwa ini adalah hal yang benar untuk dilakukan,” kata Dino.
“Kita sejak awal memandang bahwa ini adalah masalah teknis, bukan masalah politis. Masalahnya selama ini adalah kepercayaan. Iran dalam program nuklirnya benar-benar dapat transparan dan bekerjasama, sehingga dapat menjamin bahwa program itu murni untuk tujuan damai. Dan dalam penilaian kita sejak resolusi Dewan Keamanan PBB, sudah ada kemajuan yang berarti. Ini tercermin dalam laporan IAEA. Memang ada satu poin yang masih dikhawatirkan DK PBB bahwa Iran masih melakukan pengayaan uranium, tapi dalam berbagai poin lainnya ada 5 dari 6 program yang dicanangkan oleh IAEA, sudah dicapai resolusinya. Kita melihat ini sebagai suatu hal yang positif, dan penambahan sanksi lebih lanjut tidak akan menyelesaikan masalah,” kata Dino Patti Djalal. (nnf)



