Berita Utama

Sepuluh Gubernur se-Sumatera Diterima Presiden

Sumatera Bangun Infrastruktur Tanpa APBN

Presiden SBY hari Selasa (4/3) sore menerima Forum Gubernur se Sumatera, yang terdiri dari 10 gubernur, di Kantor Kepresidenan. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY hari Selasa (4/3) sore menerima Forum Gubernur se Sumatera, yang terdiri dari 10 gubernur, di Kantor Kepresidenan. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Sepuluh provinsi se-Sumatera sepakat akan menyempurnakan infrastruktur yang ada di Sumatera tanpa membebani APBN. Hal itu dikatakan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ismet Abdullah, selaku Ketua Forum Gubernur se-Sumatera, usai bersama sembilan gubernur se-Sumatera lainnya menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Selasa (4/3).

“Baru saja kami selesai audiensi dengan Bapak Presiden, 10 provinsi di Sumatera menyampaikan hasil-hasil rapat kerja forum Gubernur se-Sumatera. Tekanan dalam pembahasan tadi adalah masalah infrastruktur di Sumatera. Sumatera harus dapat berperan lebih besar lagi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu sarana infrastruktur harus diperbaiki, disempurnakan dan ditingkatkan lebih besar lagi. Untuk ini, karena kami menyadari keterbatasan APBN, maka kesepuluh provinsi di Sumatera bertekad untuk menyempurnakan berbabagi infrastruktur tanpa membebani APBN,” kata Ismet.

Proyek infrastruktur yang dicanangkan pembangunannya dalam waktu dekat ini adalah pembangunan jembatan Sumatera- Jawa. Dikatakan Ismet, jembatan yang melintasi Selat Sunda ini akan mengubah masa depan Indonesia, menjadikan Indonesia lebih kuat lagi perekonomiannya, karena selama 24 jam arus barang akan lancar dari Jawa ke Sumatera, begitu juga sebaliknya. “Jembatan senilai Rp 90 triliun ini tidak menggunakan APBN,” tegas Ismet.

Proyek lain adalah jalan tol yang akan terus dibangun di wilayah Sumatera, juga lintas kereta api, dan tiga pelabuhan samudera, yaitu international container port. "Pendidikan juga menjadi perhatian kesepuluh gubernur ini. Kita juga ingin Sumatera tidak tertinggal dalam bidang pendidikan. Pendidikan di Sumatera harus lebih maju lagi, dan kami harapkan peranan pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap universitas-universitas di Sumatera. Sumatera tidak boleh lagi dianggap kelas dua dalam bidang pendidikan. Sumatera juga harus memiliki universitas-universitas yang merupakan centre of excellence di Indonesia, sehingga tidak perlu seluruh masyarakat Indonesia bersekolah di Jawa, tapi juga bisa bersekolah di Sumatera dan mendapatkan tingkat pendidikan yang sama,” kata Ismet.

Dalam kesempatan audiensi dengan Presiden SBY tersebut, kesepuluh gubernur menyampaikan keluhan mengenai masalah listrik. “Yang kami keluhkan pada pemerintah pusat adalah masalah kelistrikan. Karena kelistrikan ini betul-betul mengganggu, hampir semua provinsi mengalami masalah kelistrikan. Selain itu juga masalah lambatnya PLN menanggapi tawaran swasta untuk membangun listrik, dan hal-hal lainnya yang betul-betul sangat mengganggu," tambahnya.

Ditegaskan Ismet, masalah kelistrikan ini menghambat pembangunan ekonomi. “Berbagai proyek pembangunan ekonomi menjadi terlantar dan tertunda gara-gara listrik. Hal ini tadi juga mendapat perhatian, dan Bapak Presiden dalam waktu dekat ini akan mengadakan rapat khusus untuk memecahkan masalah listrik, untuk mempercepat dan memperbaiki sistemnya dan regulasi. Dareah akan diberi peran lebih besar lagi dalam masalah-masalah kelistrikan,” kata Ismet.

Mendagri Mardiyanto mewakili pemerintah pusat mengatakan, Presiden SBY sangat mengapresiasi inovasi-inovasi para gubernur se-Sumatera ini. “Bapak Presiden sangat mengapresiasi inovasi-inovasi yang dibawa oleh para gubernur se -Sumatera, di dalam rangka ikut memecahkan masalah permasalahan pembangunan, utamanya di daerah,“ kata Mendagri.

Pemerintah pusat, kata Mendagri, memberikan satu respon dan dorongan agar daerah berkembang dengan baik. Satu sisi beberapa keterbatasan pemerintah dihadapkan dengan suasana dan masalah global yang saat ini dihadapi. Juga telah diyakinkan oleh Bapak Presiden agar para gubernur tetap fokus dengan tugasnya, dan tetap gigih menghadapi permasalahan di daerah. "Komunikasi intensif akan terus dilakukan, terutama saya selaku Menteri Dalam Negeri, dan para gubernur agar masalah-masalah yang tadi diangkat dalam kesempatan beraudiensi dengan Bapak Presiden akan bisa kita pecahkan dalam waktu dekat ini,” kata Mendagri.

Forum Gubernur se-Sumatera ini beranggotakan para gubernur yang memimpin provinsi-provinsi di Sumatera, masing-masing Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, Gubernur Riau HM Rusli Zaenal, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Gubernur Lampung Sjachroedin.ZP, Wakil Gubernur Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Muhammad Nazar, Gubernur Sumsel Syahrial Oesman, Gubernur Sumut Rudolph Pardede, Gubernur Bengkulu Agusrin Nadjamudin, dan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin. (nnf)