Berita Utama

Pantau Pelaksanaan PNPM Mandiri di Jabar

Presiden Serahkan Bantuan Rp 792 Milyar

Presiden SBY didampingi Ibu Negara, hari Rabu (5/3) berdalog dengan warga saat meninjau realisasi pelaksanaan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri, di Kelurahan Kertamaya, Bogor, Jawa Barat. (foto: a. tohir/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ibu Negara, hari Rabu (5/3) berdalog dengan warga saat meninjau realisasi pelaksanaan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri, di Kelurahan Kertamaya, Bogor, Jawa Barat. (foto: a. tohir/presidensby.info)
Bogor: Untuk memantau pelaksanaan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri di Provinsi Jawa Barat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara, hari Rabu (5/3) pagi berkunjung ke Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Acara ini diikuti kelompok masyarakat peserta PNPM Mandiri, serta kelompok-kelompok masyarakat yang akan menerima Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) tahun 2008 dari berbagai wilayah kabupaten provinsi Jawa Barat, unsur pemerintah, serta tokoh masyarakat lainnya dengan jumlah keseluruhan 2.095 orang.

PNPM Mandiri yang dicanangkan di Palu, Sulawesi Selatan 30 April 2007, adalah program penanggulangan kemiskinan dari berbagai kementrian atau lembaga, yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Tahun 2007, PNPM Mandiri mencakup 2.827 kecamatan dengan alokasi anggaran sebanyak Rp. 3,6 trilyun. Tahun 2008 jumlah kecamatan bertambah menjadi 3.999 kecamatan dengan anggaran sekitar Rp. 13 trilyun. Sedangkan pada tahun 2009, direncanakan seluruh kecamatan yang akan turut serta dalam PNPM Mandiri menjadi 5.263 kecamatan

Menko Kesra Aburizal Bakrie dalam sambutannya antara lain mengaatakan, pelaksanaan PNPM Mandiri tahun 2007 dimulai dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagai dasar pengembangan pemberdayaan masyarakat di pedesaan beserta program pendukungmya seperti PNPM Generasi, Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP), sebagai dasar bagi pengembangan pemberdayaan masyarakat di perkotaan," jelas Aburizal. Mulai tahun 2008, PNPM Mandiri diperluas dan diperkuat oleh berbagai program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai departemen dan pemerintah daerah. Pelaksanakaan PNPM Mandiri 2008 akan diprioritaskan kepada desa-desa tertinggal.

Presiden SBY secara simbolis menyerahkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) untuk PNPM Mandiri kepada Gubernur Jabar, Danny Setiawan, total sebesar Rp 792 milyar. Bantuan tersebut antara lain berupa BLM untuk PNPM Mandiri tahun 2008 di Provinsi Jawa Barat senilai Rp. 721 milyar untuk 10.918 desa/kelurahan di 383 kecamatan pada 26 kabupaten/kota, Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) senilai Rp. 69 milyar untuk 689 desa/kelurahan di 76 kecamatan pada 16 kabupaten/kota, dan bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyararakat Pesisir (PEMP) senilai Rp. 2 milyar untuk 6 desa/kelurahan di 4 kecamatan pada 4 kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Presiden antara lain minta agar para menteri tidak berhenti berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air. Salah satu upaya tersebut direalisasikan dalam PNPM Mandiri. "Negara kita sejak merdeka terus membangun, tidak pernah berhenti. Kita semua membangun bangsa dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Rakyat makin sejahtera apabila kebutuhan pokoknya makin dapat dipenuhi, yaitu pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, rasa aman dan lain-lainnya. Itulah sebabnya pemerintah tidak pernah berhenti berikhtiar untuk mewujudkan semua itu," kata Presiden. "Kepada Menko Kesra saya minta agar PNPM ini diperluas dan dipercepat," kata SBY.

Usai memberikan sambutan, Presiden SBY meresmikan Pembangunan Dua Twin Blok Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Menteng Asri di Kota Bogor terdiri dari 160 unit hunian yang dibangun dengan anggaran Rp 16,7 miliar, serta Jembatan layang Arief Rahman Hakim sepanjang 600 meter di Kota Depok, yang dibangun dengan dana Rp. 65 milyar. Peresmian kedua proyek itu tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Tampak hadir mendampingi Presiden di dalam kunjungan kerjanya ke Bogor, Jawa Barat ini antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Mentan Anton Apriyantono, Mendiknas Bambang Soedibyo, Menneg PDT Lukman Eddy, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menpera Yusuf Ashaari, serta dua Jubir Kepresidenan, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden SBY dan Ibu Ani menanam pohon durian di tempat acara berlangsung. Kemudian Presiden SBY beserta rombongan meninjau Kelurahan Kertamaya untuk memastikan apakah PNPM Mandiri sudah terealisasikan. Ratusan warga berrebut untuk bersalaman dengan Presiden dan Ibu Ani. Presiden SBY kemudian dialog dengan mereka. (mit)