Berita Utama
Rabu, 5 Maret 2008, 12:24:52 WIB
Presiden:
Tidak Ada Pemimpin Yang Membiarkan Rakyatnya Miskin
Presiden SBY mengagumi setir mobil buatan masyarakat hari Rabu (5/3) saat meninjau realisasi pelaksanaan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri, di Kelurahan Kertamaya, Bogor, Jawa Barat. (foto: abror/presidensby.info)
Masalah kemiskinan, kata Presiden, adalah masalah mendasar yang terus dihadapi sejak kemerdekaan Indonesia. "Pemimpin-pemimpin besar bangsa Indonesia terus berusaha mengatasi masalah tersebut hingga saat ini. Pada tahun 1998 bangsa Indonesia mengalami krisis. Kemiskinan meningkat dan pengangguran juga meningkat. Hutang juga meningkat tajam. Dalam 10 tahun ini, pemerintah berusaha sangat keras untuk menurunkan angka ini dari tahun ke tahun," lanjut Presiden.
"Apabila ada yang bertanya, apakah kemiskinan akan dibiarkan di negeri ini? Jawabannya, tidak! Maka kita, siang dan malam akan selalu berikhtiar melakukan langkah nyata untuk mengurangi kemiskinan. Tidak ada pemimpin di negeri kita yang tidak punya hati untuk membiarkan kemiskinan di Indonesia. Namun untuk mengurangi kemiskinan membutuhkan waktu," lanjutnya.
Ditambahkan, tingkat kemiskinan di Indonesia cenderung menurun selama 10 tahun terakhir berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik. "Pada tahun 1998 tingkat ke kemiskinan di Indonesia mencapai 24,2 persen, kemudian pada tahun 1999 turun menjadi 23,4 persen, pada tahun 2000 turun lagi menjadi 19,1 persen, kemudian pada tahun 2001 turun menjadi 18,4 persen, tahun 2002 18,2 persen, tahun 2003 menjadi 17,4 persen, tahun 2004 menjadi 16,6 persen, kemudian di tahun 2005 menjadi 15,9 persen, tahun 2006 naik karena harga minyak tinggi , dan pada tahun 2007 menjadi 16,11 persen," jelas Presiden SBY.
"Saat ini dunia sedang tidak bersahabat, karena harga minyak mencapai 100 Dollar AS/barrel. Terjadi kenaikan harga pangan di seluruh dunia, banyak terjadi bencana alam di dunia, serta kredit perumahan yang macet di Amerika Serikat yang berpengaruh terhadap kondisi ekonomi di dunia. Menanggapi keadaan dunia yang sedang tidak bersahabat ini, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tegar menghadapi seluruh persoalan yang ada, dengan tujuan menyelamatkan rakyat Indonesia serta saling bahu membahu di dalam memikul beban," lanjut Presiden.
Ditegaskan lagi oleh SBY bahwa pemerintah, siapapun pemimpinnya, akan selalu berikhtiar untuk mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dengan terus menjalankan berbagai program. Diantaranya adalah menaikkan dana pengurangan kemiskinan dari APBN, menjadi Rp. 80 trilyun pada tahun 2008. Menggratiskan biaya pendidikan di Indonesia, mengadakan asuransi kesehatan yang berkualitas bagi yang kurang mampu, serta kegiatan PNPM Mandiri yang akan selalu ditingkatkan besar bantuannya dari tahun ke tahun. (mit)



