Berita Utama

"Kemiskinan Jangan Dijadikan Alat Politik"

Presiden SBY didampingi Ibu Negara, hari Rabu (5/3) meninjau realisasi pelaksanaan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri, di Kelurahan Kertamaya, Bogor, Jawa Barat. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ibu Negara, hari Rabu (5/3) meninjau realisasi pelaksanaan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri, di Kelurahan Kertamaya, Bogor, Jawa Barat. (foto: abror/presidensby.info)
Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Rabu (5/3) siang kembali menyindir para calon gubernur, calon bupati/walikota yang saat pilkada mengobral janji, tetapi setelah jadi ternyata ingkar janji. "Kalau sudah ada Pilkada, calon gubernur, calon bupati, calon walikota dalam kampanyenya akan mengatakan, kalau saya terpilih, saya akan gratiskan ini, gratiskan itu, saya akan kurangi kemiskinan, rakyat makmur sejahtera. Tetapi setelah jadi, ternyata tidak ditepati. Dosa besar itu, karena hanya memberi angin sorga," kata Presiden saat melakukan peninjauan realisasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. "Masuklah ke desa-desa untuk lakukan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan di Indonesia," lanjut SBY.

Presiden SBY juga minta kepada semua pihak yang sudah mampu, untuk memberikan uluran tangan kepada yang memerlukan, jangan hanya mencerca dan memprovokasi rakyat. "Itu baru namanya tokoh sejati. Seorang pemimpin sejati akan ikhlas memberikan bantuan kepada rakyatnya. Kemiskinan jangan dijadikan alat politik. Kalau mau bantu ya bantu saja," ujar Presiden.

Kepada seluruh penduduk Indonesia, Presiden SBY berpesan agar semua mampu menahan diri di tahun 2008. "Politik mulai panas, namanya tahun politik, tahun depan mungkin akan lebih panas lagi. Ini semua karena akan ada Pemilu. Tetapi kita tidak usah gamang, tidak usah khawatir khawatir sepanjang kita semua bisa menahan diri," jelas SBY.(mit)