Berita Utama

Presiden Terima Pangeran Andrew

Mengesankan, Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Presiden SBY hari Kamis (6/3) pagi menerima Pangeran Andrew, Utusan Khusus Pemerintah Inggris untuk masalah perdagangan dan investasi, di Kantor Presiden. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY hari Kamis (6/3) pagi menerima Pangeran Andrew, Utusan Khusus Pemerintah Inggris untuk masalah perdagangan dan investasi, di Kantor Presiden. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap hubungan bisnis antara Indonesia dan Inggris terus meningkat. Pada tahun 2007 Inggris adalah investor kedua terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sebesar 1,6 Milyar Dollar AS, untuk 63 proyek. Harapan itu disampaikan Presiden SBY saat menerima Pangeran Andrew, Utusan Khusus dari Pemerintah Inggris untuk masalah perdagangan dan investasi, di Kantor Presiden, Kamis (6/3) pagi.

Menurut Jubir Presiden, Dino Patti Djalal, dalam pertemuan tadi Presiden SBY menyatakan harapannya agar hubungan bisnis antara Indonesia dan inggris terus meningkat. Presiden, kata Dino, menghargai sekali bahwa Inggris adalah investor kedua terbesar tahun 2007 lalu dengan nilai investasi sebesar 1,6 Milyar dollar Amerika untuk 63 proyek. “Antara tahun 1967 hingga tahun 2006, Inggris telah menanamkan modal sebesar 35 milyar dollar AS untuk 1016 proyek. Dan Presiden terus berharap agar momentum yang positif ini dapat dikembangkan kedua negara, “ lanjut Dino.

Presiden dan Pangeran Andrew, ujar Dino, banyak membahas mengenai iklim investasi di Indonesia. “Pangeran Andrew sendiri sangat terkesan terhadap transformasi Indonesia dalam 10 tahun terakhir ini, dan melihat perkembangan demokrasi dan stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Pangeran Andrew , kata Dino, menyatakan bahwa dari kunjungannya ke proyek perminyakan Tangguh di Papua, beliau terkesan dengan apa yang dicapai oleh British Petroleum dalam menjalankan operasinya, dalam cara yang sepenuhnya berkontribusi dan bermitra dengan masyarakat lokal dengan memperhatikan lingkungan hidup dan budaya setempat. “Dan Pangeran Andrew sepenuhnya setuju dan menginginkan agar lebih banyak lagi pebisnis dari Inggris yang datang ke Indonesia,” kata Dino.

Dalam pertemuan dengan Presiden SBY, Pangeran Andrew menyatakan bahwa Indonesia bisa ikut dalam BRIC, yaitu pasar dunia yang sedang muncul dengan pesat terdiri dari Brazil, Rusia, India dan China. “Pangeran Andrew menyatakan bahwa ini seharusnya menjadi BRICI, Brazil, Rusia, India, China dan Indonesia. Pangeran Andrew berjanji akan membawa kisah sukses dari Indonesia ini ke Inggris, Eropa dan juga ke dunia internasional yang harusnya lebih mengetahui akan potensi yang dimiliki Indonesia,” kata Dino.

Kunjungan Pangeran Andrew yang dikenal dengan sebutan The Duke Of York ini didampingi antara lain oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia Charles Humfrey. Sedangkan Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian Boediono, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, dan kedua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (nnf)