Berita Utama

Pengurus PAPPRI Diterima SBY

Presiden SBY hari Kamis (6/3) siang menerima pengurus PAPPRI di Kantor Presiden. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY hari Kamis (6/3) siang menerima pengurus PAPPRI di Kantor Presiden. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan agar musik bisa dijadikan sarana untuk membangun nation and character building. Tidak hanya sekedar sebagai hiburan, tapi juga dipakai untuk membangun bangsa. Harapan Presiden ini dikatakan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik usai mendampingi Presiden SBY menerima Dewan Pimpinan Pusat PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia), di Kantor Presiden, Kamis (6/3) siang.

“Presiden juga mengatakan bahwa Hari Musik Indonesia yang jatuh pada tanggal 9 Maret sebaiknya dibuatkan keputusan resmi berupa Keputusan Presiden,” kata Jero Wacik. “Dipilih tanggal 9 Maret karena sesuai dengan tanggal lahir Bapak W.R. Supratman,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua PAPPRI Dharma Oratmangun menjelaskan, pihaknya menyampaikan kepada Presiden mengenai rencana rangkaian Hari Musik Indonesia. “Kami akan menyelenggarakan acara Nugraha Bhakti Musik Indonesia, sebuah ajang apresiasi kepada para pengembang seni musik di Indonesia. Hal ini sudah menjadi keputusan Kongres PAPRI,” ujar Dharma. “Kami juga melaporkan kepada Presiden tentang hasil rapat pimpinan nasional PAPRI yang telah memutuskan akan mendeklarasikan era baru kebangkitan musik Indonesia senafas dengan 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia,” tambah Dharma.

“Kita akan membuat musik-musik Indonesia semakin bergairah dan membangkitkan semangat untuk membangun bangsa dan negara melalui pendekatan musikal. Oleh karena itu PAPPRI akan menyelenggarakan juga audisi band Indonesia. Audisi band ini nantinya akan memperebutkan Piala Presiden. Ini telah disetujui Presiden. Lagu wajib yang telah kami tetapkan adalah lagu Kawan yang dinyayikan Kerispatih, yang diciptakan juga oleh SBY," Dharma menerangkan.

“Kami sampaikan juga bahwa dalam album lagu-lagu Presiden telah diterapkan sistem coding, yaitu PAPPRI Code Indonesia yang mengatur tentang transparansi royalti bagi pemilik hak cipta. Baik itu pemilik hak cipta maupun pemilik hak terkait, dalam hal ini penyanyi, produsen, dan lain sebagainya. Karena dengan sistem ini, para pemilik royalti dapat membayar pajak sebagaimana mestinya. Kami sudah memulainya dengan album Presiden SBY. Oleh karena itu kami usulkan agar hal ini dapat dikukuhkan dengan sebuah peraturan pemerintah tentang restrukturisasi tata niaga industri musik Indonesia,” kata Dharma.

PAPPRI menyerahkan penghargaan kepada Presiden sebagai apresiasi terhadap angka penjualan dan partisipasi beliau dalam industri musik Indonesia. ”Angka penjualan album karya SBY sudah terjual per hari ini adalah 44.638. Sistem coding ini langsung mencatat. Pajaknya sudah dibayar lunas oleh pihak distributor. Penghargaan ini kami berikan tanpa rekayasa, bukan karena beliau adalah presiden,” tandas Dharma.

Turut menyertai Dharma menghadap Presiden SBY antara lain adalah Puput Novel, Iga Mawarni, dan James F. Sundah. Saat menerima tamunya Presiden didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Mendag Mari E. Pangestu, dan Menbudpar Jero Wacik. (osa)