Berita Utama

Presiden SBY:

Hubungan Indonesia - Iran Makin Buka Banyak Peluang

Presiden SBY dan Presiden Ahmadinejad, di Teheran, Iran, Selasa (11/3) pagi. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Presiden SBY dan Presiden Ahmadinejad, di Teheran, Iran, Selasa (11/3) pagi. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Teheran: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan puas atas kunjungannya ke Iran. Kunjungannya ini merupakan kunjungan balasan, yang secara umum bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan antara Indonesia dan Iran.

Demikian dikatakan Presiden SBY hari Selasa (11/3) malam waktu Teheran, dalam konferensi pers bersama wartawan Indonesia, di Joumhouri Palace, Kompleks Sad Abad, di Teheran, Iran. Yang kedua, lanjut Presiden, secara khusus kunjungannya ini juga untuk menindaklanjuti sejumlah kesepakatan yang telah kita lakukan antara Indonesia dan Iran saat Presiden Ahmadinejad berkunjung ke Indonesia tahun 2006 lalu.

“Secara umum, hubungan bilateral Indonesia dan Iran berlangsung baik,solid dan terus berkembang, kecenderungannya makin membuka peluang untuk melakukan kerjasama di banyak bidang, bukan hanya bidang ekonomi, tetapi juga bidang-bidang yang lain,” kata Presiden.

Kerjasama ekonomi Indonesia dan Iran kecenderungannya terus meningkat. “Sebagai contoh, tahun lalu total perdagangan mencapai 409 juta Dolar AS, atau naik sekitar 22 persen disbanding tahun sebelumnya. Demikian juga kerjasama yang lain, bidang kesehatan, kepariwisataan serta yang menjadi target kunjungan saya ke Iran ini adalah kerjasama di bidang energi,” lanjut Presiden.

Menurut Presiden, persoalan energi adalah persoalan yang fundamental bagi banyak negara, termasuk Indonesia. “Meskipun Indonesia memproduksi minyak dan gas, tetapi kebutuhan energi baik listrik maupun BBM terus meningkat dengan tajam dari tahun ke tahun., akibat jumlah penduduk serta kebutuhan yang juga terus meningkat,” lanjutya.

“Sebagaimana diketahui, saya sudah mengeluarkan beberapa kebijakan nasional mengenai energi, antara lain kita ingin meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri. Kita ingin meningkatkan kapasitas kilang minyak kita di dalam negeri. Kita ingin membangun kerjasama dengan negara-negara sahabat, dalam kerangka peningkatan kapasitas produksi itu, baik minyak, gas maupun BBM,” jelas SBY.

Kerjasama Indonesia dengan Iran menyangkut energi ini ada beberapa hal. Pertama, sebagaimana yang tadi ditandatangani bersama oleh Dirut Pertamina dengan mitranya dari Iran dan perusahaan minyak dari Malaysia, kita sepakat untukmembangun kilang minyak di Provinsi Banten, dengan kapasitas 300 ribu barel/hari. Komposisi sahamnya adalah 40 persen dari Indonesia, 40 persen dari Iran dan sisanya 20 persen dari Malaysia,” lanjut Presiden.

Harapan kita dengan dibangunnya kilang minyak itu di Indonesia, lanjutnya, maka suplay BBM akan lebih baik karena diproduksi di dalam negeri, dan diharapkan pula harganya akan lebih murah disbanding kalau kita import langsung dari luar negeri. “Kerjasama yang lain, PT Pertamina juga mengikuti tender untuk melakukan eksploarasi dan produksi lapangan minyak di Iran,” kata SBY. (win, nas)