Berita Utama
Jumat, 14 Maret 2008, 00:14:34 WIB
OKI Prihatinkan Konflik di Komunitas Islam
Presiden SBY berjalan di halaman Hotel Meridien le President, Dakar, Senegal, Kamis (13/3) siang, usai foto bersama para pemimpin negara-negara Islam peserta KTT ke 11 OKI. (foto: anung/presidensby.info)
"Dalam pembukaan tadi berbicara beberapa tokoh dunia termasuk juga Sekjen PBB Ban Ki-moon, yang secara khusus hadir dalam KTT OKI ini. Dari semua pernyataan pembukaan baik dari Malaysia, Senegal, Sekjen Liga Arab, Sekjen OKI dan Sekjen PBB, ada beberapa isu yang menonjol. Pertama isu mengenai Palestina," kata Dino. "Hampir semua pembicara menyatakan perhatian yang sangat mendalam terhadap situasi di Palestina, khususnya di Gaza mengenai serangan Israel terhadap penduduk sipil di Gaza. Mereka semua mengutuk serangan ini dan mereka ingin agar proses perdamaian dapat segera dilakukan kembali sera kekerasan dapat dihentikan," lanjutnya.
Umumnya mereka sangat prihatin karena banyak sekali konflik terjadi di komunitas Muslim dunia. Di Irak, Afganistan, Somalia, Sudan dan lain sebagainya, sehingga mereka mempertanyakan bagaimana respon dari negara-negara OKI terhadap banyaknya konflik-konflik dalam tubuh Islam sendiri. "Ada juga perhatian khusus terhadap masalah kesejahteraan, terutama mengenai banyaknya orang-orang miskin di kalangan umat Islam, apa saja yang harus direspon OKI. Di sini sudah ada inisiatif baru yaitu inisiatif untuk mendirikan dana solidaritas yang akan dikelola Islamic Development Bank. Dananya sekitar 2,6 milyar Dollar AS atau sekitar Rp 21 trilyun, dan ini masih akan terus dikembangkan," Dino menjelaskan.
"Indonesia mendukung sepenuhnya dana ini, karena memang kita selalu berbicara bahwa umat Islam harus saling membantu, tapi kongkretnya bagaimana. Ini akan dilaksanakan segera setelah KTT OKI," tambahnya. "Juga ada keperihatinan mendalam terhadap harga minyak. Sejumlah anggota OKI adalah produsen minyak yang besar, namun sebagian besar adalah konsumen minyak. Terasa sekali, termasuk tuan rumah Senegal yang mengeluh harga minyak dunia yang tinggi membebani luar biasa, yang dapat menimbulkan permasalahan ekonomi sosial pada negara-negara itu. Apa respon dari negara-negara OKI? Malah tadi Presiden Senegal mengeluarkan ide yang menarik yaitu bagaimana bila nanti harga minyak naik, sepuluh persen khusus digunakan untuk membantu kemiskinan di negara-negara Islam. Namun hal ini belum mendapatkan tanggapan," kata Dino, usai mengikuti acara pembukaan KTT ke 11 OKI. (osa/nas)



