Berita Utama
Jumat, 14 Maret 2008, 18:59:38 WIB
Presiden pada KTT OKI di Dakar, Senegal:
OKI Harus Mampu Menjaga Nama Baik Islam
Presiden SBY saat menyampaikan pidato pada hari kedua KTT Ke-11 OKI di Dakar, Senegal, hari Jumat (14/3) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY berharap sidang OKI di Dakar ini dapat menyelesaikan perubahan pada piagam OKI, sebagai bagian dari reformasi yang harus dijalani OKI. "Sejak pertama kali OKI didirikan tiga dekade yang lalu, kita telah bekerja keras untuk kedamaian. Tetapi di Palestina, Irak, Lebabon, Afghanistan, Somalia, dan Sudan, kedamaian dan stabilitas sulit untuk diwujudkan," ujar SBY. "Konflik antara Palestina dan Israel tetap menjadi krisis di Timur Tengah. Kami di Indonesia dapat merasakan penderitaan rakyat Palestina. Kami mengajak komunitas internasional untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk membantu Palestina," seru SBY.
"OKI adalah kolaborasi unik antara 57 negara. Bila dijumlahkan populasi anggota OKI melebihi satu milyar. Negara-negara Muslim memasok 70 persen dari kebutuhan energi dunia dan 40 persen ekspor bahan mentah. Kita juga berada pada posisi yang paling baik untuk berkontribusi mengkampanyekan perdamaian dan keamanan dunia, serta memberantas kemiskinan," lanjut SBY. "Kita harus membuktikan bahwa OKI mampu melindungi konflik antara umat Muslim dan menjaga nama baik Islam," tambahnya.
Presiden SBY mengungkapkan pentingnya OKI untuk meluncurkan rencana investasi dan kerjasama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. "Kita dapat mengoptimalkan perdagangan antar Islam dengan menegosiasikan dan membangun area perdagangan bebas Islam. Satu inisiatif yang telah kita ambil adalah membentuk solidaritas bantuan dana OKI untuk membantu memperbaiki ekonomi buruk para umat. Indonesia mendukung penuh inisiatif ini dan kami bermaksud untuk berkontribusi untuk itu," SBY menegaskan. (osa/nas)



