Berita Utama
Sabtu, 15 Maret 2008, 04:07:29 WIB
Kunjungi Para Pejuang di MSC Musica
Presiden SBY dan Ibu Ani foto bersama para kru kapal pesiar MSC Musica yang asal Indonesia, hari Jumat (14/3) sore waktu setempat. (foto: anung/presidensby.info)
Solusinya, didatangkanlah sebuah kapal mewah yang fasilitasnya sekelas hotel berbintang 5, yaitu kapal pesiar Musica milik perusahaan MSC dari Italia. Kapal dengan 13 lantai itu akhirnya berfungsi sebagai hotel terapung, yang sandar di pelabuhan Dakar. Di kapal inilah para anggota delegasi dan para jurnalis menginap, termasuk delegasi dan jurnalis dari Indonesia yang ikut rombongan Presiden. Presiden SBY bersama Ibu Ani sendiri selama menghadiri KTT di Dakar menginap di Wisma Indonesia, milik Kedubes RI di Dakar.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani, hari Jumat (14/3) sore waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB, datang berkunjung ke kapal Musica. Kapal ini jadi istimewa bukan karena dipakai menginap delegasi dan para jurnalis, melainkan sebagian besar kru yang bekerja di kapal berbendera Panama ini adalah para pemuda Indonesia. Bayangkan, dari sekitar 987 kru yang bekerja di kapal pesiar mewah ini, sekitar 300 diantaranya adalah pemuda-pemuda Indonesia.
Tentu saja para 'pejuang' amat bergembira dikunjungi presidennya. Maka begitu tiba di dermaga, Presiden SBY dan Ibu Ani sudah disambut puluhan pemuda-pemuda yang sedang giliran tidak bertugas. Tanpa dikomando mereka pun secara spontan menyanyikan lagu Indonesia, Raya sambil bertepuk tangan. Presiden SBY tampak terharu melihat semangat dan antusias orang-orang yang bekerja jauh dari tanah air ini. “Selamat datang Bapak Presiden,” salam salah seorang awak kapal. “Terima kasih ya, kerja yang baik,” sahut SBY.
Bila di dermaga Presiden SBY dan Ibu Ani disambut awak kapal yang sedang tidak bertugas, di atas kapal Presiden SBY dan Ibu Ani disambut mereka yang sedang bertugas. Mereka pun berebutan untuk bersalaman dengan Presiden dan Ibu Negara. Beberapa diantaranya berusaha untuk mengabadikan momen tersebut dengan menggunakan kamera saku dan telepon genggam. Bahkan tidak hanya Presiden SBY dan Ibu Ani saja yang menjadi sasaran para awak, rombongan menteri dan juru bicara Presiden juga diserbu untuk berfoto dan bersalaman.
Di Kapal, Presiden dan Ibu Ani disambut oleh kapten kapal pesiar MSC Musica, Mario Stiva. SBY menyampaikan terima kasih kepada kapten karena telah melindungi para pemuda Indonesia, dan Kapten Mario Stiva menyatakan kepuasannya atas etos kerja anak buahnya dari Indonesia. Kapten kemudian menyerahkan kenang-kenangan kepada SBY berupaminiatur MSC Musica. Manajer hotel terapung itu, Nenad Semovic, kemudian mengajak Presiden dan Ibu Ani beserta rombongan untuk melihat-lihat suasana di atas kapal. Dari lantai lima, rombongan kemudian naik ke lantai 13, di dek atas kapal. Di lantai itu lagi-lagi rombongan disambut antusiasme awak kapal Indonesia. Pemandangan dari atas kapal sangat indah. Presiden SBY dan Ibu Ani kemudian berfoto bersama para pemuda Indonesia.
Setelah berkeling kapal selama lebih kurang satu jam, akhirnya rombongan Presiden harus kembali ke tempat konferensi OKI. “Saya senang sekali Presiden menyempatkan diri untuk menengok kami di sini. Lumayan itung-itung melepas kangen dengan Indonesia,” ujar Lilis, salah seorang kabin kru yang berasal dari Jakarta.
Para pemuda Indonesia yang bekerja di kapal itu berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bali, Madura, Bandung, Solo, Yogyakarta, Medan, Makassar, dari mana-mana. Saat mengunjungi kru kapal asal Indonesia itu, Presiden SBY juga didampingi Menlu Hassan Wirajuda, Menag Maftuh Basyuni, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.
Kepada para awak kapal yang bekerja pada Kapal Pesiar Musica, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani berkali-kali mengingatkan mereka untuk rajin dan bekerja yang baik. “Be nice to everybody, jaga nama baik bangsa karena kalian membawa nama Indonesia,” kata SBY ketika menengok mereka hari Jumat (14/3) sore. “Saya dan Ibu Negara sangat bangga pada kalian. Kalau sudah diberi gaji jangan lupa kirim uang ke Indonesia ya,” canda SBY diiringi gelak tawa semuanya yang ada di situ.
Di lantai 13 sambil menikmati pemandangan dari atas kapal dan minuman ringan, Presiden SBY memberikan album musik Rinduku Padamu karyanya, kepada Manajer Hotel Nenad Semovic. “Mudah-mudahan lagu Indonesia karya saya yang dinyanyikan musisi-musisi Indonesia dapat menghibur dan mengobati rasa kangen para awak kapal asal Indonesia,” kata SBY.
Kapal Pesiar Musica milik Italia ini sengaja disewa pemerintah Senegal untuk menampung para delegasi dan wartawan yang datang dari berbagai negara untuk mengikuti konfrerensi OKI ke-11 kali ini. Kapal ini memiliki kamar-kamar yang beragam. Enam puluh lima persen kamar memiliki balkon pribadi dan delapan puluh lima persen kamar mempunyai pemandangan laut. Kapal ini juga dilengkapi toko souvenir, kolam renang, fitnes centre, rumah makan, bar, ruang merokok, dan spa.
Dalam keterangan persnya yang disampaikan pada malam harinya di Hotel Meridien le President, Presiden SBY mengatakan bahwa ia tidak mengira bahwa ada kapal pesiar yang begitu besar dengan kapasitas lengkap. "Baru kali ini saya melihat kapal yang begitu mewah," kata SBY. "Namun yang terpenting adalah saya bersyukur, putra-putri Indonesia dapat berkerja di negeri orang da rukun satu sama lain. Bisa menabung dan mengirimkan rejekinya pada sanak keluarga. Manajer kapal juga mengatakan bahwa orang Indonesia yang bekerja disini bekerja dengan baik, tekun, displin, dan tidak macam-macam sehingga awak kapal yang lain merasa sangat terbantu," puji SBY.
"Ini bagus bila ada kesempatan, warga negara indonesia dengan ketreampilan tertentu bisa bekerja di luar negeri. Dalam era globalisasi tidak masalah apakah warga Indonesia bekerja di luar atau dalam negeri. Nasionalisme orang yang bekerja di luar juga tidak kalah dengan yang bekerja di dalam negeri," SBY mengingatkan. (osa/nas)



