Berita Utama

Syeikh Yusuf, Pahlawan di Dua Negara

Presiden SBY dan Ibu Ani, foto bersama Gubernur Western Cape, Ebrahim Rasool dan istri, di depan makam Syeikh Yusuf. Makam ini terletak di Kramat Macassar, Cape Town, Afsel, hari Minggu (16/3) pagi waktu setempat. (foto: muchlis said/presidensby.info).
Presiden SBY dan Ibu Ani, foto bersama Gubernur Western Cape, Ebrahim Rasool dan istri, di depan makam Syeikh Yusuf. Makam ini terletak di Kramat Macassar, Cape Town, Afsel, hari Minggu (16/3) pagi waktu setempat. (foto: muchlis said/presidensby.info).
Cape Town: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Afrika Selatan, karena telah memberikan penghargaan tertinggi kepada salah satu putra terbaik Indonesia yang juga merupakan putra terbaik Afrika Selatan, yaitu Syeikh Yusuf. "Kami sama-sama mengakui dan menghormati Syeikh sebagai pahlawan dan ulama besar Indonesia dan Afrika Selatan," papar Presiden SBY di dalam konferensi persnya yang dilaksanakan di Gedung Greenpark, Mount Nelson Hotel, Cape Town, pada hari Minggu (16/3) sore.

Oleh karena itu, Presiden SBY beserta Gubernur Western Cape Ebrahim Rasool, membahas mengenai penulisan kembali biografi Syeikh Yusuf ke dalam bahasa Inggris. "Kami meminta bantuan dari Nazaruddin Umar untuk menggarap buku ini," kata SBY yang didampingi oleh Menlu Hassan Wirajuda dan Mensesneg Hatta Rajasa.

Presiden SBY juga mengundang Gubernur Western Cape berkunjung ke Indonesia untuk menjenguk saudara-saudaranya. "Ada sekitar 26 tokoh Afrika Selatan yang nenek moyangnya berasal dari Indonesia. Ada yang menjadi politisi, pengusaha dan lain-lain. Oleh karena itu, kunjungan itu dapat dijadikan sebagai fasilitator untuk memelihara hubungan baik Afrika Selatan dengan Indonesia," kata SBY.

Usai melaksanakan konferensi pers, Presiden SBY didampingi oleh Ibu Negara beserta seluruh rombongan, bertolak menuju Pretoria, Afrika Selatan, pada pukul 16.00 waktu setempat atau 21.00 WIB. (mit/nas)