Berita Utama
Rabu, 19 Maret 2008, 17:40:32 WIB
Lima Perusahaan Top UEA Investasi ke Indonesia
Presiden SBY bersama CEO Emaar, di Hotel Fairmont Dubai, hari Rabu (19/3) siang. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Berikutnya, Presiden melakukan pertemuan dengan Managing Director Pacific Inter-link (PIL) Fouad Hayil Saeed. PIL ini adalah perusahaan komoditi dan jasa yang berbasis di Oman, Arab Saudi dan Malaysia. Perusahaan ini juga bergerak di bidang agribisnis, perbankan, industri manufaktur dan produk consumer. Saat ini PIL akan mengembangkan kilang minyak sawit di Dumai dengan nilai investai sebesar 500 juta Dollar AS.
Perusahaan ketiga yang bertemu dengan Presiden SBY adalah Al Ghurair Group, yang diwakili oleh CEO perusahaan, Said Al Ghurair, dan juga CEO anak perusahaan ETA Star, Raymond Dastur. ETA Star ini memiliki keahlian untuk memperbaiki kilang-kilangg yang sudah tua. Perusahaan ini akan masuk ke Indonesia dengan cara kerjasama dengan perusahaan kilang yang sudah ada di Indonesia, namun memiliki kinerja yang belum optimal. Rencana investasi yang akan ditanamkan sebesar 500 juta Dollar AS.
Pertemuan Presiden dilanjutkan dengan Ras Al-Khaimah (RAK). Pada pertemuan ini RAK diwakili oleh Sheikh Saud bin Saqr Al Qasimi yang merupakan putra mahkota UEA, serta Dr. Khater Massaad, CEO dari Ras Al Khaima Investment Authority. Perusahaan ini telah menandatangani MoU dengan Gubernur Sumatera Selatan untuk membangun pelabuhan terpadu Tanjung Api-api serta pembangunan jalan kereta api Palembang – Tanjung Api-api. Jumlah investasi yang akan ditanamkan sebesar 1,3 milyar Dollar AS.
Perusahaan kelima atau yang terakhir yang bertemu dengan Presiden adalah Bin Ladin Group, yang diwakili oleh CEO Bin Ladin Group, Syekh Bakar Bin Ladin. Perusahaan ini telah melakukan kerjasama dengan PT.Waskita Karya ( Persero) dalam pembangunan infrastruktur di Timur Tengah, khususnya di UAE. Proyek kerjasama dengan PT Waskita Karya senilai 60 juta Dollar AS, dengan jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 360 orang berasal dari Indonesia. Saat ini akan membangun proyek infrastruktur senilai 160 juta Dollar AS, dengan perkiraan tenaga kerja yang terserap 600 orang.
Pada saat dilakukan pertemuan one on one dengan mereka, Presiden didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Wakil Ketua DPD- RI Erman Gusman, Utusan Khusus Presiden RI Untuk Timur Tengah Alwiu Shihab, Kepala BKPM M.Lutfi, Ketua KADIN MS Hidayat, Konjen RI Dubai Faisal Harun, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Dr.H Mahyuddin NS, dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal. (nnf/nas)



