Berita Utama

Kepada Pengusaha Top UEA

Presiden Tawarkan Investasi Energi Listrik, Infrastruktur, dan Agroindustri

Presiden SBY bertemu one on one dengan pengusaha papan atas UEA di Hotel Fairmont Dubai, hari Rabu (19/3) siang. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Presiden SBY bertemu one on one dengan pengusaha papan atas UEA di Hotel Fairmont Dubai, hari Rabu (19/3) siang. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Dubai: Presiden SusiloBambang Yudhoyono mengatakan bahwa pemerintah mengembangan kebijakan umum menyangkut kerjasama ekonomi Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah ini, agar lebih banyak lagi investasi yang mengalir dari Timur Tengah ke Indonesia. “Kita ingin investasi itu juga mengalir ke daerah-daerah di seluruh tanah air. Karena keyakinan saya, kita ingin memeratakan pembangunan, mengurangi kesenjangan, menggerakan ekonomi lokal, maka investasi pun harus kita pastikan mereka juga menuju ke daerah-daerah yang memerlukan investasi itu, “ kata Presiden kepada wartawan Indonesia di Fairmont Hotel Dubai, Rabu (19/3).

Menurut Presiden, Presiden juga menyampaikan bahwa dalam kerjasama dengan negara-negara sahabat ini, prioritas pertama yang diharapkan adalah pembangunan energi listrik. ”Pada pertemuan one on one saya tawarkan kerjasama untuk menambah daya listrik kita. Afrika Selatan, kita ketahui menghadapi masalah yang sama. Oleh karena itu kita terus ingin menambah daya listrik ini di luar yang dapat dilakukan oleh PLN. PLN tidak mungkin melakukan semuanya. PLN harus lebih terbuka dan bisa bekerjasama dengan baik dengan semua perusahaan, terutama perusahaan dalam negeri yang berminat untuk mengembangkan listrik, dan tentunya dengan mitra-mitra kita dari luar negeri,” kata Presiden.

Kedua, kata Presiden, yang ditawarkan adalah pembangunan infrastruktur, pelabuhan, dermaga, dan jalan yang semua itu juga penggerak ekonomi rakyat. “Dalam presentasi saya tadi, saya sampaikan pada mereka semua alokasi budget kita untuk stimulasi pertumbuhan, termasuk pembangunan infrastruktur yang tidak kecil.Oleh karena itu peluangnya ada untuk bekerja sama public private partnership, dalam mengembangkan infrastruktur ini,” katanya. Ketiga, lanjut Presiden, adanya peluang untuk agro industri, dengan kerangka yang membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.

Presiden menjelaskan bahwa tujuan serangkaian pertemuan yang dilakukannya dengan para investor dan pengusaha Uni Emirat Arab dan sekitarnya ini adalah untuk menarik lebih banyak likuiditas kapital mengalir ke Asia, utamanya ke Indonesia. Karena menurut lembaga yang bernama Institute of International Finance (IIF), dalam kurun waktu lima tahun terakhir ada likuiditas yang dimiliki oleh Government Cooperation Council (GCC) yang terdiri dari enam negara, yaitu Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait. Qatar, Bahrain dan Oman, sebesar 1,5 trilyun Dollar AS, itu karena booming harga minyak.

Dijelaskan oleh Presiden bahwa dari 1,5 trilyun Dollar AS itu, menurut IIF, 1 trilyun Dollar AS diperlukan untuk investasi dan kepentingan dalam negeri keenam negara tersebut. Sedang 300 milyar Dollar AS diinvestasikan di Amerika Serikat, 100 milyar Dollar AS di Eropa, dan hanya 60 milyarDollar AS diinvestasikan di Asia. “Oleh karena itu saya tadi melaksanakan pertemuan dengan sekitar 45 investor utama yang ada di negeri ini dan negeri-negeri sekitar, untuk memastikan bahwa mereka semua mengetahui peluang bisnis, dan peluang kerjasama ekonomi yang ada di tanah air kita,” lanjut Presiden.

Tahun 2006 yang lalu, kata Presiden, dirinya berkunjung ke negara-negara teluk ini dan memberikan penjelasan dan pengenalan tentang berbagai peluang yang ada di Indonesia. ”Alhamdulillah dalam dua tahun terakhir ini saja terus mengalir investasi yang datang dari Timur Tengah ini. Oleh karena itu tujuan saya tadi menyampaikan penjelasan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan 45 investor itu tiada lain untuk lebih meningkatkan lagi investasi mereka di tanah air maupun kerjasama antara perusahaan-perusahaan itu dengan perusahaan kita, mempekerjakan tenaga kerja kita di Timur Tengah ataupun bentuk kerjasama yang lain,” kata Presiden.

Dikatakan Presiden bahwa pada umumnya para CEO tersebut senang dan tidak keliru mengambil keputusan untuk berinvestasi di Indonesia. “Mereka mengangkat sejumlah isu yang harus diselesaikan. Dan saya garis bawahi bahwa harus diselesaikan isu-isu itu karena investasi di negara manapun, sebagaimana yang disampaikan oleh pimpinan Emaar Group, selalu ada isu masalah yang harus dicarikan solusinya. Dan yang menyenangkan adalah kesediaan mereka untuk meningkatkan investasinya sesuai dengan berbagai peluang investasi yang saya tawarkan kepada para pimpinan perusahaan tersebut," kata Presiden.

“Karena itu saya menginstruksikan kepada jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah, manakala ada partner kita perusahaan-perusahaan dari Timur Tengah ini yang sungguh ingin berinvestasi untuk menggerakan ekonomi di wilayah, menciptakan lapangan pekerjaan, harap dilayani dengan baik. Karena itu membawa keuntungan dan manfaat bagi negara kita bagi daerah yang bersangkutan dan bagi rakyat,” kata Presiden.

Saat memberikan keterangan pers, Presiden didampingi Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Rajasa, Wakil Ketua DPR RI Irman Gusman, Utusan Khusus Presiden RI Untuk Timur Tengah Alwiu Shihab, Kepala BKPM M.Lutfi, Ketua KADIN MS Hidayat, Konjen RI Dubai Faisal Harun, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Dr.H Mahyuddin NS, dan Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng. (nnf/nas)